Pada tanggal 14 September 2017 telah dilaksanakan Audit Surveilans untuk penerapan dan pelaksanaan ISO 9001:2015 di UPT LPSE. Audit Surveilans adalah audit yang wajib dilakukan oleh badan sertifikasi independen setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali terhadap instansi yang telah bersertifikat ISO. Tujuan audit tersebut yaitu untuk menentukan apakah organisasi masih berhak menyandang sertifikat ISO atau tidak. Dari audit ini bisa dibuktikan, bagaimana komitmen dan peran serta seluruh karyawan dalam menjalankan standar ISO. Audit ini sekaligus untuk meng-upgrade ISO 9001:2008 yang telah diterapkan oleh LPSE Kabupaten Sleman menjadi ISO 9001 seri terbaru yaitu ISO 9001:2015.

Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 pada pelayanan Registrasi, Verifikasi, Helpdesk, serta pelatihan saat ini fokus pada kepuasan pelanggan sebagaimana komitmen UPT LPSE sebagai organisasi pelayanan publik untuk memberikan pelayanan prima bagi pelanggan. Dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, dimana setiap tahunnya dilakukan Audit Surveilans, UPT LPSE Kabupaten Sleman bekerja sama dengan lembaga sertifikasi ISO EQA (European Quality Assurance).

Sebelum pelaksanaan audit surveilans ini, telah dilaksanakan audit internal oleh UPT LPSE pada tanggal 24 Juli 2017. Area audit meliputi seluruh unit/fungsi pada UPT LPSE, yaitu Top Manajemen, Helpdesk, Verifikator, Admin, serta Trainer. Hasil tindak lanjut perbaikan dari audit internal sangat membantu dalam memonitoring pelaksanaan dan penerapan ISO 9001:2015. Dengan adanya audit internal tersebut, maka tidak banyak temuan yang didapat pada saat audit surveilans. Hanya ditemukan 1 temuan yang bersifat minor dan beberapa saran perbaikan. Dengan hasil tersebut, maka EQA selaku badan sertifikasi ISO 9001:2015 akan menerbitkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk Penyediaan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (e-procurement) (Termasuk Aktivitas: Registrasi, Verifikasi, Pelatihan dan Layanan Pendukung Bagi Pengguna LPSE) di UPT LPSE Kabupaten Sleman.