Warga Desa Sukoharjo berkomitmen untuk ikut membantu menyebarkan informasi positif, memerangi hoax,dan membantu pemerintah mensosialisasikan kebijakan. Mereka mengawali komitmen itu dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Sukoharjo, Kamis (15/3) di Kantor Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Camat Ngaglik Subagya yang hadir dalam pembentukan KIM tersebut menyatakan bahwa saat ini warga menghadapi permasalahan yang sangat kompleks dan besar menyangkut tentang masalah informasi. “Saat ini lewat grup-grup di media sosial, kita mudah sekali menyebarkan informasi yang entah benar atau hoax. Apalagi menjelang pemilu atau pilkada nanti, akan banyak beredar berita-berita yang tujuannya hanya untuk mengacaukan masyarakat, mengadu domba dan memperkeruh suasana.”

Lebih lanjut Subagya menambahkan yang dibutuhkan sekarang adalah masyarakat yang cerdas yaitu bisa membedakan informasi itu benar atau tidak. Adanya KIM diharapkan dapat mencapai tujuan tersebut. “Kami di Pemerintah Kecamatan Ngaglik akan ikut membantu memfasilitasi supaya KIM ini nanti betul-betul ada dan dirasakan manfaatnya,” tambahnya.

Pembentukan KIM Desa Sukoharjo menghasilkan susunan pengurus dengan komposisi Ketua akan dijabat oleh Marjunet dan Daerobi sebagai alternatif apabila Marjunet berhalangan. Untuk posisi Sekretaris ditetapkan Dika Bertus, Haryono, dan Bertus Rahardian, dan yang memegang posisi Bendahara adalah Ibu Qori.

KIM Desa Sukoharjo menjadi KIM ke-21 yang lahir di Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman telah menerbitkan Perbup No. 51/2017 tentang Kelompok Informasi Masyarakat untuk mendukung aktivitas KIM. Adanya dasar hukum ini diharapkan dapat mendorong warga membentuk KIM dan aktif dalam menyebarkan informasi positif.