Radio Sonora FM Yogyakarta menyatakan diri terbuka untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi positif. “Kami berkomitmen untuk menyiarkan kabar baik ataupun pemberitaan positif. Di kami tidak ada berita hoax ataupun info yang tidak jelas asalnya. Karena kami di radio sebagai media publik juga punya tugas untuk mencerahkan dan mencerdaskan,” tutur Benny Listiyo, Station Manager Radio Sonora FM Yogyakarta saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Sleman, Senin (14/1/2018).

Sebagai sebuah stasiun radio, nama Radio Sonora FM Yogyakarta cukup dikenal di Yogyakarta termasuk Sleman. Pada saat gempa bumi 2006 mereka menjadi salah satu radio yang tetap mengudara dan aktif menyiarkan situasi terbaru. Saat itu ada hoax mengenai tsunami, tidak sedikit warga masyarakat yang menjadi panik dan menyebabkan kekacauan. Radio Sonora FM hadir saat itu meredakan situasi dengan berita-beritanya.

Informasi mengenai kebencanaan menjadi salah satu andalan Sonora dalam memenuhi konten siaran lokal. Gedung siaran mereka dilengkapi genset yang siap sedia apabila terjadi listrik padam. Kesiapan Sonora FM ini dirasa pas untuk pendengar radio di wilayah Sleman yang memang termasuk daerah rawan bencana, terutama karena berdekatan Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa erupsi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menyatakan apresiasinya kepada Sonora FM Yogyakarta. “Tadinya kami belum tahu layanan apa yang dimiliki Sonora, sekarang menjadi tahu. Setelah ini nanti mungkin bisa dipikirkan langkah lebih lanjut. Karena kita perlu bantuan teman-teman media termasuk radio, contohnya dalam hal mem-branding Sleman,” ungkap Eka Suryo.

Selain jalur siaran udara, Sonora FM juga aktif bergerak di lini media sosial. Menurut Benny ini untuk mengimbangi kemajuan teknologi saat ini yang banyak bergerak di dunia digital.