SPBE atau E-Government yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memberikan layanan kepada instansi pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE, bertujuan untuk mewujudkan tata kelola dalam pengaturan, pengarahan, dan pengendalian secara terpadu dan proses manajemen SPBE yang efektif, efisien, berkesinambungan, dan berkualitas. Penerapan SPBE tersebut harus ditopang dengan teknologi pengamanan yang menjamin kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan, dan keaslian.

“SPBE memberi peluang untuk mendorong dan mewujudkan penyelenggara pemerintahan yang terbuka, partisipatif, inovatif, dan akuntabel. Penerapan SPBE merupakan salah satu langkah di dalam satu sistem yang lebih besar yaitu pelaksanaan Sleman menjadi Kabupaten Cerdas,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eka Suryo Prihantoro dalam acara Workshop Pemanfaatan Sertifikat dan Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Hotel Prima Sr, Tridadi, Sleman pada Senin (18/11/2019).

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menambahkan penerapan SPBE selaras dengan visi dan misi Pemkab Sleman untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terhubungnya sistem e-government menuju Smart Regency pada tahun 2021.

“Di era digital dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sleman perlu mengembangkan aplikasi terkait dengan berbagai pelayaan masyarakat. Dengan tersedianya layanan berbasis website maupun aplikasi di samrtphone kondisi tersebut akan mempercepat proses pelayanan pada masyarakat,” ujarnya.

Secara infrastruktur, Pemkab Sleman sudah siap dalam mengaplikasikan SPBE, telah tersedia jaringan 4G/3G dan Broadband Access yang merata di 17 lokasi Kecamatan di Sleman. Adapun jaringan antar OPD sejumlah 204 titik dengan rincian koneksi Fiber Optic sebanyak 43 lokasi dan wireless sebanyak 161 lokasi. Tersedia juga jaringan hotspot untuk internal pemerintah sebanyak 84 lokasi dan untuk publik sebanyak 25 lokasi. Pun, saat ini di Sleman terdapat kurang lebih 70 sistem aplikasi. (Humas Sleman/Eyv)