Sideni dan Sidatin menjadi terobosan baru bagi Badan Kesbangpol Sleman dalam menunjang tugas dan fungsi sehari-hari. Dua aplikasi terintegrasi ini digunakan untuk update informasi situasi atau kondisi wilayah secara realtime pun untuk proses verifikasi, pengolahan dan analisis data dari informasi tersebut.

Berbeda dengan Lapor Sleman, dua aplikasi ini tidak bisa digunakan oleh publik umum, melainkan diperuntukkan bagi jejaring personel Badan Kesbangpol Sleman, yakni Tim Reksa Desa, Tim Pengumpul Data dan Informasi Strategis/Komite Intelijen Daerah, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, dan Forkompimda.

“Update situasi yang cepat dan langsung dapat diterima ini memudahkan para pemangku kewenangan segera merespon serta mengambil kebijakan yang tepat dan akurat,” ungkap Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Hery Dwikuryanto, saat memaparkan implementasi smartcity Badan Kesbangpol Sleman, Rabu (18/12/2019) di Sleman Smart Room.

Meski kehadiran Sideni dan Sidatin dapat membantu menuju pemerintahan yang cerdas, Hery mengatakan bahwa sejatinya implementasi smart city tidak dinilai dari keberadaan aplikasi saja namun sumber daya manusianya yang turut cerdas.

“Smart city bagi kami tidak hanya menyiapkan aplikasi yang smart tapi kami menyiapkan masyarakat yang cerdas dalam pengelolaan teknologi informasi yaitu melalui kegiatan-kegiatan kami dalam pembinaan masyarakat,” tutur Hery.

Inovasi dari Badan Kesbangpol Sleman ini disambut baik oleh Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, CA, Ak selaku Pengamat IT. “Sideni dan sidatin merupakan inovasi yang cukup baik melihat di dalamnya sudah ada kolaborasi dan melibatkan berbagai pihak,” tukas Wing.

Selain Badan Kesbangpol Sleman, dalam kesempatan tersebut Satpol PP pun memaparkan implementasi smart city yang dijalankannya, seperti keberadaan command center yang terhubung dengan seluruh CCTV di Kabupaten Sleman.