Tujuan utama penulisan berita adalah seberapa besar berita tersebut bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu dibutuhkan teknik penulisan yang benar.

Hal ini disampaikan oleh Daru Priyambodo selaku narasumber pada Bimbingan Teknis (bimtek) Pengelola Media Center Daerah yang diadakan oleh Direktorat Pengelolaan Media Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, Kamis (11/4/2019) di Yogyakarta. Pengelola Media Center Sleman menjadi salah satu peserta dari Bimtek ini.

Sebagai jurnalis senior yang telah malang melintang di dunia jurnalistik, Daru juga mengatakan bahwa sebelum menuliskan naskah berita, seorang reporter seyogyanya menetapkan konteks berita secara utuh. Hal ini bisa didapatkan melalui riset yang dilakukan sebelumnya.

“Dari konteks berita yang ditetapkan, satu peristiwa bisa dijadikan dua atau tiga release berita dengan sudut pandang/ angle yang berbeda,” ujarnya.

Disamping itu, pemilihan judul berita juga sangat berpengaruh terhadap keterbacaan sebuah berita, dimana judul berita sebisa mungkin hanya memuat 6 sampai 8 suku kata.

“Melihat judul beritanya saja orang sudah malas, apalagi membaca hingga tuntas,” pungkas Daru.

Artinya judul berita sangat menentukan apakah tulisan yang dimuat merepresentasikan suatu peristiwa menjadi kategori berita penting dan menarik, tidak penting tapi menarik, penting tapi tidak menarik ataupun masuk pada kategori tidak penting dan tidak pula menarik bagi pembaca nantinya.

Narasumber lain, Redaktur Kompas Enggar Harususilo mengatakan pemilihan sudut pandang (angle) berperan besar pada menarik atau tidaknya sebuah berita.

Sementara itu, fotografer Kompas Lasti Kurnia mengatakan foto dan caption saling melengkapi dalam menyampaikan pesan.

Bimtek yang diikuti 75 orang pengelola media center dari wilayah Jawa dan Kalimantan ini diselenggarakan selama dua hari pada 10-11 April 2019.

Peserta bimtek juga diminta melakukan praktik reportase lapangan dan membuat berita dan foto. (YR/Vira)