Seksi Data Statistik Dinas Kominfo Sleman memaparkan hasil penyusunan buku statistik Kabupaten Sleman, pada Kamis (19/12/2019) di RM Pringsewu, Jalan Magelang. Proses penyusunan buku statistik ini bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman.

Setidaknya ada 4 buku yang telah disusun, yakni Buku Inflasi Tahun 2019, Buku Indeks Nilai Tukar Petani Tahun 2019, Buku ICOR Sektoral Tahun 2014-2018, serta Buku Perkembangan Ketimpangan Pendapatan, Pembangunan Manusia, dan Pembangunan Gender Tahun 2018.

Menurut Noor Hidayati Zakiyah Pramulani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman, ada banyak data dalam buku-buku ini yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah sekaligus sebagai bahan evaluasi atas pembangunan yang telah dilakukan.

“Angka Nilai Tukar Petani (NTP) masih di atas 100 artinya perkembangan harga produksi pertanian masih di atas harga kebutuhan pokok dan harga biaya produksi. Hal ini berarti petani masih surplus,” ungkap Ida membeberkan salah satu temuan data.

Tak hanya itu, Ida menjelaskan ada beberapa temuan data yang hasilnya saling bertolakbelakang. “Indeks gini pada tahun 2018 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, hal ini berarti bahwa tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat di Kabupaten Sleman meningkat. Namun, setelah dianalisis lebih lanjut, ternyata tingkat keparahan kemiskinan menurun,” jabar Ida.

Ida mengatakan data-data ini tentunya sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan. Hal ini diamini oleh Kepala Dinas Kominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro yang menyampaikan bahwa data dan informasi memang memiliki peranan penting dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program dan kegiatan di pemerintah daerah.

“Program dan kegiatan yang dilakukan dapat lebih terencana dan terarah sehingga pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan target RPJMD dapat tercapai,” tambah Eka.

Selain memaparkan 4 buku tersebut, Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kepala Seksi Statistik Sosial, Paulus Henri Laksono memberikan informasi terkait Sensus Penduduk Online (SPO). “Ada terobosan baru dalam pelaksanaan sensus penduduk pada Februari hingga Maret 2020 mendatang.

Masyarakat dapat berpartisipasi secara mandiri di sensus.bps.go.id,” ucap Henri.

Hanya dengan mengakses situs tersebut, dikatakan Henri masyarakat bisa langsung mengisi keterangan kependudukan dan perumahan secara lengkap. Bukti telah berpartisipasi pun dapat diunduh pada tampilan halaman terakhir.