Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya mempercepat penanganan infrastruktur jalan guna meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui percepatan penanganan jalan kabupaten dan jalan desa yang dilakukan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, Sukarmin dalam acara Jumpa Pers Dinas Kominfo Sleman, Selasa (12/5/2026) di Aula Sasana Bakti DPUPKP Kabupaten Sleman.
“Kerusakan jalan dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin dan percepatan penanganan jalan menjadi prioritas pemerintah derah. Ini menunjukkan komitmen Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Sleman untuk mewujudkan misinya yaitu jalane alus. Dengan jalan yang bagus, roda perekonomian itu akan bergerak baik, sehingga mobilisasi barang dan jasa akan semakin gampang,” ujar Sukarmin.
Ia pun menyebutkan ada beberapa faktor yang meyebabkan kerusakan jalan di sejumlah titik, seperti beban kendaraan berlebih, curah hujan tinggi, kualitas material yang kurang baik, sistem drainase yang buruk, serta usia jalan yang sudah tua. Bentuk kerusakan yang sering ditemukan ialah retak memanjang dan melintang, lubang jalan, gelombang, penurunan badan jalan, hingga kerusakan drainase.
“Oleh sebab itu, anggaran tahun 2026 digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan melalui beberapa sub kegiatan, yakni pembangunan jalan sebesar Rp45.401.509.300 dengan target penanganan 11 ruas jalan sepanjang 11,08 kilometer. Selain itu, penggantian jembatan dialokasikan sebesar Rp5.389.098.935 dengan target tiga jembatan dan 14 gorong-gorong. Kemudian pemeliharaan berkala jalan dianggarkan sebesar Rp26.828.387.280 dengan target penanganan sepanjang 14,65 kilometer,” jelas Sukarmin.
“Selanjutnya, pemeliharaan rutin jalan dianggarkan sebesar Rp26.808.479.380 dengan total penanganan sepanjang 460 kilometer. Anggaran tersebut juga mencakup penanganan jalan desa sebesar Rp8,6 miliar. Adapun perbaikan gorong-gorong dan jembatan dialokasikan sebesar Rp1.191.272.129 dengan target perbaikan 50 unit. Terakhir, rehabilitasi jembatan dianggarkan sebesar Rp1.206.227.180 dengan target perbaikan satu unit jembatan,” tandasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan data tahun 2025 panjang jalan kabupaten di Sleman mencapai 733,67 kilometer yang terbagi dalam 371 ruas jalan. Dari jumlah tersebut, kondisi jalan baik tercatat sepanjang 209,04 kilometer atau 28,49 persen. Kondisi sedang 289,9 kilometer atau 39,51 persen, rusak ringan 221,76 kilometer atau 30,23 persen, dan rusak berat 12,97 kilometer atau 1,77 persen. Dengan demikian, kondisi jalan mantap di Kabupaten Sleman saat ini ialah 68,01 persen atau 498,94 kilometer.
Selain itu, Pemkab Sleman juga mempercepat penanganan jalan desa. Sekretaris Dinas PUPKP Kabupaten Sleman, Fauzan Ma’ruf menuturkan berdasarkan Perbup Nomor 16 tahun 2026 tentang pembangunan jalan desa oleh pemerintah kabupaten, maka pada tahun ini Pemkab Sleman menganggarkan kegiatan pemeliharaan jalan desar sebesar 8,6 miliar.
Dana tersebut sudah masuk tahap perencanaan design jalan, dan dijadwalkan pada tanggal 21 Mei akan selesai. Sementara, rencana perbaikan jalan desa dijadwalkan pada awal Juni nanti.
“Selain jalan kabupaten, kami juga mengalokasikan anggaran sebesar 8,6 miliar khusus untuk jalan-jalan desa. Rencananya, dana ini akan didistribusikan ke 86 desa di seluruh Kabupaten Sleman. Masing-masing desa akan mendapatkan alokasi sekitar 100 juta rupiah,” tuturnya.
“Namun, penentuan desa mana saja yang mendapatkan bantuan ini tetap melalui proses verifikasi. Desa harus mengajukan permohonan terlebih dahul. Kemudian tim dari Dinas PU akan melakukan survei lapangan dan kajian teknis untuk memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan prioritas kebutuhan di lapangan,” sambung Fauzan.
Views: 0