Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman mengadakan Sosialisasi Panduan Monev PPID Tahun 2020, pada Selasa (23/6/2020) bertempat di Ruang Rapat Sembada, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Sosialisasi dilakukan kepada setiap badan publik yang berada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman dalam menghadapi monev PPID yang dilakukan oleh Komisi Informasi Daerah (KID) DIY.

Purwati selaku Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sleman menyatakan bahwa PPID merupakan tugas kita bersama, sebagai bentuk transparansi keterbukaan informasi untuk masyarakat.
“Baik dilombakan atau tidak, harus dijalankan. Karena memang sudah kewajiban kita sebagai lembaga publik, dan sudah diatur dalam undang-undang ketentuan dan tata caranya,” ujar Purwati ketika membuka acara sosialisasi.

Purwati juga mengharapkan jangan menganggap monev ini sebagai ajang kompetisi.
“Ada beberapa daerah yang memandang monev PPID ini sebagai ajang kompetisi. Nah kita konsep dasar nya anggap sebagai tahapan untuk menjadi lebih baik. Nanti kemenangan itu sebagai bonusnya,” tegas Purwati.

Ia juga menggarisbawahi mengenai perbedaan monev PPID pada tahun ini, yaitu harus adanya pembuktian.
“Jadi harus ada dokumennya, makanya harus benar-benar menyiapkan lengkap administrasinya,” terangnya.

Monev PPID sendiri merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh KID DIY yang menyasar keterbukaan informasi yang disediakan oleh badan publik, seperti Pemerintah Kabupaten, OPD Pemerintah Kabupaten, OPD Kecamatan, Lembaga Legislatif dan BUMD. Monev yang rencananya akan dilakukan dari tanggal 15 Juni hingga 20 November 2020 ini terbagi ke dua tahapan, yaitu pertama adalah tahapan klasifikasi badan publik, terdiri dari SAQ (Self Assestment Quetioner), verifikasi website, dan uji akses. Setelah itu, dilanjutkan ke tahapan kedua yaitu tahapan penentuan juara, dengan melakukan visitasi badan publik.