Cangkringan – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Cangkringan memperbarui kepengurusannya. Pengurus lama yang mayoritas sudah berusia sepuh digantikan pengurus baru yang didominasi generasi muda.

“Saya sudah menjabat ketua KIM Cangkringan sejak tahun 2008, dan tahun ini usia saya sudah 80 tahun. Beberapa pengurus lama yang sudah meninggal dunia. Kami yang sepuh ini terus terang merasa kesulitan dengan teknologi informasi era sekarang, jadi sudah saatnya digantikan yang muda-muda,” terang Sudaryo, mantan ketua KIM Cangkringan di Rumah Makan Bale Wukir, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Rabu (23/1/2019).

Dalam kesempatan yang sama terpilih sebagai ketua yang baru adalah Toto. Dalam kepengurusannya Toto memilih personil dari masing-masing desa di Kecamatan Cangkringan. Sebagian besar personel pengurus baru ini aktif di media sosial yang mempopulerkan wisata di Kecamatan Cangkringan.

Jika selama ini KIM Cangkringan banyak bergerak di bidang kebudayaan berupa karawitan dan macapatan, maka dengan susunan pengurus yang baru mereka akan banyak bergerak dalam pertukaran informasi positif di media sosial. “Kita ingin menggunakan teknologi informasi modern untuk mempopulerkan kebudayaan dan kearifan lokal di wilayah kita,” harap Toto.

Media sosial dinilai efektif dalam mempromosikan objek wisata baru di daerah Cangkringan. Kecamatan terdekat dengan Gunung Merapi itu saat ini memiliki banyak obyek wisata baru yang dikelola secara mandiri oleh warga. Pengelolaan obyek wisata ini salah satu cara warga bangkit kembali pasca erupsi tahun 2010 yang meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Kecamatan Cangkringan.