Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) menggelar Sosialisasi Program Kerja Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tahun 2018, Rabu (7/3) di Ruang Rapat Lantai 2 Dinas Kominfo Sleman.

Sosialisasi yang diikuti oleh anggota KIM dan Pembina KIM Kecamatan ini, bertujuan untuk menginformasikan berbagai program kerja KIM di tahun 2018. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani menyampaikan bahwa ada beberapa program baru di tahun 2018 untuk KIM yang belum dilakukan di tahun kemarin. “Ada Perbup 51 tahun 2017 yang tahun ini mau kita lihat sejauh mana implementasinya di tingkat desa tentunya,” tutur Ida.

Ida melanjutkan, di tahun 2018, pendataan KIM juga menjadi hal prioritas. Data-data KIM yang sudah ada pun akan kembali dilengkapi secara lebih detail. “Sejauh ini baru kita tahu jumlahnya berapa dan rekapitulasinya berapa, jadi nanti kita akan data profil dari masing-masing KIM, dari pengurusnya, lokasinya, basis kegiatannya, potensinya apa, dan juga prestasinya apa,” ungkap Ida.

Tak hanya itu, bidang IKP juga akan memperluas sebaran informasi mengenai KIM dengan leaflet, buku saku, dan profil KIM. “Seluruh informasi terkait KIM yang sudah didata tadi akan kita tuangkan di sini jadi kalau sewaktu-waktu ada yang ingin tahu soal KIM seperti saat ada kunjungan atau studi banding bisa memeroleh informasi dari sini,” lanjut Ida.

Pembuatan Buletin KIM ditambahkan Ida juga menjadi program kerja untuk KIM di tahun ini. “Kemarin kan kita juga belum ada buletin, ini nantinya berisi materi berita terpilih yang sebelumnya sudah disalurkan di website media center Sleman,” bebernya. Buletin ini nantinya akan dicetak sebanyak 2 ribu eksemplar dan dibagikan kepada KIM kecamatan dan desa.

Pun, Ida menambahkan bahwa untuk menarik minat masyarakat membentuk KIM, Dinas Kominfo Sleman tahun ini akan menyelenggarakan lomba kreativitas KIM. Lomba kreativitas KIM ini rencananya akan diadakan pada bulan Agustus nanti.

Berbagai program kerja KIM ini, menurut Ida membutuhkan dukungan dari pemerintah setempat, yang dalam hal ini adalah kecamatan. Ida mengakui dari sosialisasi yang baru saja berlangsung ini, ada beberapa kecamatan yang ternyata belum mengerti dan paham mengenai KIM. Padahal apabila pemerintah kecamatan sudah bersinergi dengan KIM maka pemerintah kecamatan dapat mensupport KIM di masing-masing daerahnya lewat kegiatannya.

Ditambahkan Ida, sosialisasi ini selain memberitahukan program kerja juga merupakan ajang bertukar pikiran anggota KIM dengan pemerintah kecamatannya, terutama terkait kesulitan yang dihadapi KIM selama ini. “Mereka harus bersinergi agar dapat menyatukan pandangan sehingga bisa saling dukung dan klik artinya kecamatan itu benar-benar bisa support sehingga perkembangan KIM bisa selalu ada,” ucap Ida.