Tiga perangkat daerah di Kabupaten Sleman memaparkan program smart regency miliknya kepada Dr. Rini Rachmawati, S.Si., M.T, selaku Pembimbing dan Evaluator dalam Program Gerakan Menuju 100 Smart City Kementerian Kominfo, Senin (19/8/2019) di Sleman Smart Room.

Tiga perangkat daerah di Sleman ini, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ketiga dinas ini masing-masing memiliki program dan inovasi unggulan terkait smart regency.

Jazim Sumirat, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, menjabarkan beberapa program prioritas dari instansinya. Akan tetapi, menurutnya yang sedang dikerjakannya secara serius adalah Dukcapil Go Digital.

“Pelayanan ini adalah pelayanan administrasi kependudukan secara daring sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2019, merupakan landasan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien melalui pengembangan sistem administrasi kependudukan dengan cara yang lebih mudah dan cepat kepada masyarakat dengan menerapkan mekanisme pelayanan secara online,” jelasnya kepada narasumber.

Selain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berkoar mengenai program Go Digitalnya, Dinas Tenaga Kerja pun punya program andalan dengan menggunakan aplikasi pesan instan WhatsApp. “Untuk penyebaran informasi lowongan kerja secara cepat dan efisien, kami menggunakan WA (WhatsApp-red) grup Ayo Kerja Sembada yang mana anggotanya terdiri dari Dinas Tenaga Kerja, kecamatan, desa, dan bursa kerja khusus,” jabar Sutiasih, Kepala Dinas Tenaga Kerja.

Ditambahkan Sutiasih, ada juga WA grup bagi HRD (Human Resource Development-red) perusahaan di Sleman bersama Dinas Tenaga Kerja sebagai sarana sumber informasi lowongan kerja lokal.

Sementara itu, Dinas Kesehatan mengunggulkan program SIM KIA Sembada dan Sleman Emergency Service (SES).

Dari ketiga paparan tersebut, ada beberapa hal yang Rini garis bawahi. “Dukcapil Go Digital tetap harus memperhatikan berapa persen yang telah menggunakan layanan, bagaimana dengan literasi digital, dan kemampuan masyarakat untuk mengakses layanan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Dinas Tenaga Kerja disarankan Rini untuk mulai merencanakan pemberian informasi lowongan kerja berbasis android dan Dinas Kesehatan untuk terus mengoptimalkan pelayanan.