Pemkab Sleman menggelar paparan implementasi program smartcity dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Selasa (5/2/2019) di Sleman Smart Room, Dinas Kominfo Sleman.

Sapto Winarno, Kepala DPUPKP Sleman, menjelaskan langsung bahwa DPUPKP mempersiapkan beberapa inovasi berupa pembuatan aplikasi berbasis web, salah satunya Sistem Informasi Manajemen Data Sumber Daya Air (SIMDA SDA) dengan sistem online. SIMDA SDA ini akan memuat sumber mata air, daerah irigasi, lokasi embung, serta wilayah administrasi kecamatan di Kabupaten Sleman. Selain itu terdapat juga pilihan menu data informasi dan perizinan bidang SDA serta laporan atau aduan masyarakat terkait bidang SDA yang disediakan.

Sementara itu, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman juga telah mengupayakan smart economy dan smart branding melalui beras dan cabai. Beras dan cabai yang dimiliki Sleman dipasarkan ke masyarakat umum untuk menunjukkan bahwa Sleman memiliki potensi beras dan cabai yang bagus sekaligus memperluas pengenalan produk lokal Sleman ini. Pun, beras produksi masyarakat Sleman juga dikenalkan sebagai produk lokal dengan kualitas premium untuk menaikkan nilai jual petani beras di Sleman.

Seiring berjalannya program ini, Suwandi Aziz, Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, mengatakan ke depannya akan ada kajian mengenai potensi buah yang ada di seluruh wilayah Sleman. Tujuan dari mengkaji potensi buah ini adalah mengetahui, menjaga, dan memperkenalkan potensi buah di Sleman kepada konsumen.

“Ada UPT BP4 yang terdiri dari 8 daerah untuk pangkalan. Untuk masing-masing pertanian daerah itu beda-beda, seperti di Prambanan ada sejenis empon-empon,” jelas Suwandi.

Wing Wahyu Winarno, pengamat IT yang turut hadir menyampaikan pendapatnya bahwa kedua pemaparan tersebut cukup baik dalam mencapai Smart City di Kabupaten Sleman. Akan tetapi, Win menyarankan untuk pengenalan potensi yang ada di Sleman ada baiknya didukung dengan aplikasi yang dapat mempermudah prosesnya.

“Seperti yang dilakukan di Papua mereka membuat aplikasi untuk penjualan beberapa produk pangan mereka menggunakan aplikasi secara online dan saya memberi usul untuk kemajuan yang telah dan tengah kita upayakan sekarang terus dikembangkan lagi,” saran Win.