Sandiman atau petugas sandi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sandi Daerah (Forkomsanda) kembali mengadakan pertemuan untuk menambah ilmu persandian di Selorejo Café, Tebing Breksi Prambanan, Sleman, Rabu (25/9/2019).

Pertemuan ini diikuti oleh Dinas Kominfo Kabupaten/Kota, Pemda DIY, dan UTP dari jajaran Polres, Polda, Kodim, Korem, Kejati, dan Lanud.

Poin penting dalam pertemuan Forkomsanda kali ini membahas tentang deteksi dini dalam rangka menghadapi ancaman keamanan informasi. Andi Yusuf, M.T, dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyampaikan materi tentang sensor untuk deteksi dini keamanan informasi yang dikelola oleh BSSN, Honeynet Project.

Honeynet merupakan kumpulan dari honeypot yang dapat dikonfigurasi menggunakan mesin virtual.

Sementara honeypot merupakan sistem yang digunakan sebagai pancingan untuk diserang, dicompromise, atau diselidiki sehingga penyerang akan mengira bahwa honeypot merupakan server kita. Ruang lingkup honeypot terbagi menjadi tiga, yakni honeypot, honeytoken, dan honeynet.

“Dari setiap nama tersebut mempunyai tingkatan ruang lingkup masing-masing,” tambah Andi.

Purwati, SH, Sekretaris Dinas Kominfo Sleman menambahkan bahwa petugas sandi harus upgrade ilmu tentang teknologi informasi setiap waktu.

“Melalui forum ini diharapkan petugas sandi bisa saling tukar informasi dan upgrade ilmu tentang teknologi informasi maupun keamanan informasi,” kata Purwati.