Potensi alam di beberapa daerah bisa saja sama, tetapi dengan inovasi dan kreasi yang berdasarkan kearifan lokal akan memunculkan produk yang bervariasi dan laku dijual. “Apa yang langsung muncul di benak orang ketika mendengar kata Sleman, maka itulah keunggulan daerah dibanding wilayah lain,” ungkap Arum Kusumaningtyas dalam paparannya “Menggali Potensi Wilayah Berbasis Desa” di Aula Lantai III Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (22/3).

Arum yang pernah menjadi Junior Speechwriter di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menyampaikan paparannya di hadapan 100 orang yang terdiri dari Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), pemerintah desa, komunitas radio komunikasi, serta unsur perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Senada dengan Arum, Affi Aditya Kresna praktisi periklanan dari Pinasthika Festival yang juga menjadi narasumber turut mengungkapkan potensi ekonomi kreatif di bidang kuliner yang ada di Yogyakarta. “Saat ini alokasi bujet terbesar nomor dua bagi wisatawan adalah untuk makan minum. Lebih besar daripada ongkos belanja,” terang Affi. Affi menyebutkan istilah gastronomi tourism yang sekarang makin banyak peminatnya, yakni kegiatan bepergian ke destinasi khusus untuk menikmati makanan lokal, festival makanan atau mempelajari makanan lokal secara serius. Bagi mereka menikmati dan mempelajari makanan lokal menjadi tujuan dan daya tarik utama kegiatan perjalanan.

Sosialisasi ini diadakan oleh Dinas Kominfo Kabupaten Sleman untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota KIM dalam mengenali potensi wilayahnya masing-masing. Pengembangan dan pemberdayaan KIM merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan smart society di Kabupaten Sleman, yang menjadi salah satu pilar pengembangan smartcity Kabupaten Sleman.

Peserta sosialisasi dari KIM Gamping, Adnan Iman Nurtjahyo menyatakan betapa bermanfaatnya materi yang diberikan narasumber yang sangat berpengalaman ini. “Ini jadi dorongan dan motivasi besar bagi kami untuk mengembangkan KIM hingga ke tingkat desa. Semakin banyak yang ikut KIM, semakin banyak yang bisa ikut membantu mengenal dan memasarkan potensi wilayahnya masing-masing”.