Inspektorat Kabupaten Sleman melakukan inovasi pengawasan pariwisata berupa aplikasi e-Pesta dalam rangka mendukung Sleman Smart Regency. E-Pesta merupakan sistem elektronik pengawasan pariwisata yang bertujuan untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pelaksanaan pariwisata di Kabupaten Sleman.

Budiharjo selaku Inspektur Inspektorat Kabupaten Sleman memaparkan bahwa e-Pesta merupakan inovasi pertama yang dikembangkan dari tripakartimusna. “E-Pesta ini merupakan injeksi daripada inovasi tripakartimusna yakni musna kecelakaan, musna pengaduan, dan musna temuan hasil pemeriksaan guna mewujudkan akuntabilitas kawasan basis wisata nasional di Kabupaten Sleman di mana saat ini ada dua KSBN Merapi Merbabu, Prambanan, dan Kalasan,” ungkapnya pada saat pemaparan implementasi smartcity di Sleman Smart Room, Selasa (26/11/2019).

Inovasi tersebut dilakukan karena beberapa hal, di antaranya adanya kejadian kecelakaan di Lava Tour yang sampai menimbulkan korban jiwa dan adanya pengaduan terkait pengelolaan pariwisata seperti upaya pemerasan oleh oknum-oknum pengelola pariwisata. Selain itu juga berkaitan dengan masih terdapatnya temuan hasil pemeriksaan kepariwisataan sehingga inovasi tersebut nantinya akan dibagi menjadi dua injeksi yakni injek proses melalui kegiatan pemantauan serta pendampingan dan injeksi inovasi alam.

Inspektorat, disampaikan Budiharjo dalam pengelolaan e-Pesta telah melibatkan 3 perangkat daerah yang terkait dengan kegiatan kepariwisataan yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, dan 1 Satgas yaitu Tim Saber Pungli. “Inspektorat sebagai pengawas dan verifikator kemudian 3 OPD dan satgas tersebut yang secara aktif mengupload kegiatan-kegiatan ke dalam e-Pesta, diuraikan secara lengkap tapi singkat agar lebih komunikatif,” imbuh Budiharjo.

Alur dari aplikasi e-Pesta tersebut adalah pertama instansi teknis melakukan pembinaan kepariwisataan, kedua membuat dokumen laporan, ketiga melakukan input atau update data ke e-Pesta. Selanjutnya, inspektorat akan melakukan pengawasan dan verifikasi. Jika data laporan sudah diverifikasi sebagai informasi publik, masyarakat dapat melihat aktivitas pembinaan kepariwisataan pada menu e-Pesta di website slemankab.go.id.

Budiharjo juga menyampaikan bahwa e-Pesta ini sebagai embrio untuk dikembangkan di tahun 2020 menjadi e-auditing dan e-controling. Selanjutnya dalam e-controling akan dikembangkan menjadi e-consulting, e-review, dan e-assistance. (Rep Anis)