Sleman – Dalam implementasi program smart city yang menjadi visi Kabupaten Sleman, Dinas Sosial berkomitmen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan. “Teko Susah, Bali Bungah” (datang susah, pulang senang) pun dijadikan slogan utama Dinas Sosial. Slogan pelayanan ini merupakan dasar untuk memberikan layanan penuh kepada masyarakat.

Dinas Sosial meluncurkan beberapa program sebagai implementasi program smart city. Pertama ada program N(G)antar Paimah (Layanan Antar sampai Rumah) yang merupakan program layanan inovatif kreatif yang diberikan kepada pengunjung SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) Sembada. Program ini ditujukan untuk masyarakat yang datang mengurus bantuan sosial di Dinas Sosial dan membutuhkan jasa layanan transportasi untuk diantar sampai rumah.

“Program ini dibuat untuk membantu masyarakat miskin dan rentan dalam perlindungan serta jaminan sosial. Selain itu, bisa menghubungkan dengan program dan layanan, mengidentifikasi keluhan, melakukan rujukan, serta penanganan keluhan SLRT Sembada Kabupaten Sleman,” kata Eko Suhargono, Kepala Dinas Sosial saat memaparkan programnya di Sleman Smart Room Dinas Kominfo, Rabu (9/10/2019).

Program kedua yaitu LASAMBA (Layanan Sambang Warga) yang merupakan program layanan inovatif dan kreatif sebagai tindak lanjut pelayanan jemput bola dan layanan tindak lanjut dari layanan SLRT dalam rangka memberikan layanan purna kepada masyarakat. Program ketiga yaitu Jaringan Pengaman Sosial (JPS) merupakan bantuan sosial yang tidak terencana berupa uang yang diberikan kepada penduduk Sleman atau bukan penduduk Sleman yang pemberiannya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

“Dengan 3 program unggulan ini, semoga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan serta mendukung secara penuh menuju Smart City,” pungkas Eko Suhargono.(Rep Bilal)