Sleman – Selasa (26/2/2019), Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih dan Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Mardiyana memaparkan sejumlah program Smartcity yang telah dijalankan instansinya, di Sleman Smart Room lantai 3 Dinas Kominfo Sleman.

Dinas Perhubungan Sleman disampaikan Mardiyana tengah mengupayakan beberapa program yaitu Sistem Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di persimpangan dan Sistem Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di ruas jalan dengan program Area Traffic Control Sistem (ATCS). Mardiyana menjabarkan, program ini digagas karena melihat banyak terjadinya kemacetan dan kecelakaan diakibatkan jumlah volume kendaraan yang semakin meningkat dan tak sebanding dengan pertumbuhan jalan.

Selain program di atas, Mardiyana mengatakan Dinas Perhubungan Sleman juga mengupayakan pembuatan kir yang praktis kemudian mempermudah dan mempercepat pelayanan wajib pajak. Pun, mengembangkan berbagai sistem yang berkaitan dengan informasi daerah rawan kecelakaan, contohnya sistem informasi lalu lintas, yang dapat memberitahukan daerah atau jalan yang berpotensi rawan kecelakaan.

Wing Wahyu Winarno, Pengamat IT yang juga berkesempatan hadir mengemukakan bahwa program yang dijalankan Dinas Perhubungan Sleman telah mendukung implementasi smartcity di Kabupaten Sleman.

“Sistem informasi yang tadi ditunjukkan sudah sangat baik tetapi perlu disambungkan dengan sistem informasi misalkan pariwisata, jadi antara infrastruktur jalan dan wisata saya kira itu tidak bisa dipisahkan dan juga dengan dinas-dinas yang lain saya kira semua itu butuh jalan. Jalan menjadi berkurang kebutuhannya apabila nanti sudah ada kolaborasi dan transformasi,” saran Win.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, yang menyampaikan berbagai kegiatan standardisasi peningkatan profesionalisme usaha jasa pariwisata dan kompetensi untuk berbagai profesi, seperti di bidang spa, biro perjalanan wisata, hotel non bintang, pramuwisata, restoran, usaha pariwisata hotel non bintang atau pondok wisata di kawasan Kaliurang.

Sudarningsih juga menyebutkan bahwa pihaknya menggandeng Dimas Diajeng Sleman dan Generasi Pesona Indonesia (GenPi), komunitas yang dapat menyokong kemajuan penyebarluasan program kepariwisataan yang juga merupakan kelompok pemuda generasi milenial.