Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja dari Diskominfo Kabupaten Cilacap pada Senin (8/11/2021) yang bertempat di Sleman Smart Room, Diskominfo Sleman.

Dalam pertemuan ini, Sukaryanto, Sekretaris Dinas Kominfo Cilacap menyatakan bahwa maksud kunjungannya ini adalah untuk mengetahui gambaran dari pengelolaan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Diskominfo Sleman yang dapat digunakan sebagai wawasan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan terhadap masyarakat terutama dalam hal penggolongan struktural jabatan Kominfo.

Selain itu, ia menilai program Smart City yang ada di pemerintahan Kabupaten Sleman sudah berjalan dengan baik dan berharap agar program tersebut bisa digunakan sebagai bahan referensi masterplan dan diterapkan di Cilacap sesuai kebutuhan yang ada.

“Mengingat Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah, penduduknya banyak dan topografi wilayahnya yang bervariasi, maka adanya pengelolaan teknologi komunikasi dan informasi (TIK) yang baik menjadi sesuatu yang perlu,” ungkapnya.

Menanggapi tujuan kunjungan ini, Purwati sebagai Sekretaris Dinas Kominfo Sleman menjelaskan beberapa gambaran umum tugas yang diemban tiap bidang.

Pertama, ada Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Pengendalian Telekomunikasi yang menangani permasalahan infrastruktur teknologi yang ada di Kabupaten Sleman. Bidang ini juga memiliki tugas pengendalian menara pemancar. Contoh program yang sedang ditangani oleh bidang ini adalah program bupati berupa pengadaan wifi untuk padukuhan yang dapat digunakan untuk memudahkan aktivitas masyarakat seperti ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya.

Kedua, ada Bidang Layanan e-Government dan Persandian. Bidang ini bertanggung jawab atas pengelolaan sistem informasi yang ada di Kabupaten Sleman. “Selain itu, program Smart City banyak bersangkutan dengan bidang ini karena di sinilah programming berjalan,” jelas Purwati.

Bidang ketiga adalah Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. Bidang ini menangani beberapa hal seperti pelayanan pengaduan dari masyarakat Sleman, publikasi kegiatan pemerintahan daerah dan pengolahan data statistik.

Masing-masing bidang membawahi 3 seksi. Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Pengendalian Telekomunikasi membawahi Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi, Seksi Pengelolaan Pusat Data, dan Seksi Pengendalian Telekomunikasi.

Lalu, Bidang Layanan e-Government dan Persandian membawahi Seksi Aplikasi dan Integrasi Sistem Informasi, Seksi Layanan Informatika, dan Seksi Persandian.

Sementara itu, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik terdiri atas Seksi Komunikasi Publik dan Layanan Pengaduan, Seksi Pengelolaan Informasi Publik, dan Seksi Data Statistik.

Menyambung dari pembahasan struktur organisasi, Purwati kemudian membahas mengenai Smart City yang awal keberadaannya di Indonesia adalah program hasil prakarsa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kemendagri, Kementerian PU, Kementerian PPN/Bappenas. Kemenkominfo menginisiasi gerakan menuju 100 smart city dengan konferensi pertama yang diadakan di Makassar pada 2017.

Program tersebut menghasilkan perjanjian dengan 25 kabupaten/kota, Sleman termasuk di dalamnya. “Di sinilah Sleman membangun masterplan dengan menyiapkan kebutuhan teknologi informasi dan mengintegrasikan setiap aspek pemerintahan dengan data digital,” jelas Purwati.

Dengan adanya pertemuan ini Sukaryanto sebagai Sektretaris Dinas Kominfo Cilacap berharap Cilacap dapat mengambil pengetahuan untuk diterapkan di sana.

“Mudah-mudahan dengan adanya studi tiru ini Cilacap dapat menerapkan Program Smart City di samping perencanaan e-Government yang sudah ada sebelumnya,” tutup Sukaryanto. (Rep Umam)