Sleman – Menyambut masa libur sekolah tahun 2026, Pemkab Sleman mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk belajar, berwisata, dan memperkuat kolaborasi mewujudkan Sleman yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Warni Yuliastuti menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Salah satu agenda strategis yang akan diselenggarakan adalah Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta dengan tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”. Hal itu disampaikan Dwi dalam jumpa pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sleman, di RR. Sapta Pesona 1.1 Dinpar Sleman, Kamis, (4/6/2026).

“KPI 2026 diharapkan menjadi ruang temu dan ruang belajar bagi berbagai daerah untuk memperkuat jejaring, mendokumentasikan praktik baik, serta menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.

KPI 2026 ditargetkan diikuti lebih dari 350 peserta yang berasal dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, akademisi, komunitas pendidikan, dunia usaha, media, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Berbagai isu strategis akan dibahas, mulai dari pemerataan akses pendidikan berkualitas, pendidikan dan perubahan iklim, disrupsi teknologi, tata kelola pendidikan, hingga isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Sleman, Kus Endarto menyampaikan bahwa seluruh destinasi wisata di Sleman telah mempersiapkan diri untuk menyambut libur sekolah yang berlangsung pada 22 Juni hingga 11 Juli 2026. Dinas Pariwisata memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah dapat mencapai 300 ribu hingga 450 ribu kunjungan.

“Sleman memiliki beragam destinasi unggulan yang menjadi pilihan wisatawan, seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Candi Prambanan. Kami optimistis sektor pariwisata akan kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat selama masa liburan sekolah,” kata Kus.

Untuk memastikan kenyamanan wisatawan, Dinas Pariwisata Sleman akan menerbitkan Surat Edaran tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan selama libur sekolah. Melalui surat edaran tersebut, pengelola destinasi dan pelaku usaha pariwisata diminta menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja, memastikan kelayakan wahana wisata, menerapkan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE), serta menjaga stabilitas harga layanan.

Di sisi lain, Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) tengah Bersiap menggelar peringatan Hari Bersejarah “Kembalinya Jogja” yang diperingati pada tanggal 29 Juni. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Sleman, Joko Dwi Haryadi dalam jumpa pers tersebut.

Ia menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema “Jogja Kembali: Diplomasi, Perjuangan, dan Semangat Kebangsaan untuk Generasi Masa Kini”. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Museum Monumen Yogya Kembali, pada Selasa 23 Juni 2026.

“Kegiatan ini melibatkan para pelajar SMP, SMA, mahasiswa, guru Sejarah, komunitas, seniman, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum,” ungkap Joko.

“Kemudian bentuk kegiatannya, pertama sarasehan sejarah dengan menghadirkan narsum dari pihak akademisi, budayawan dan pegiat museum, untuk membedah sejarah diplomasi dan optimalisasi museum sebagai ruang belajar kebangsaan. Kedua, sosiodrama Kembalinya Jogja. Ini pertunjukan teatrikal edukatif yang mementaskan situasi pasca Agresi Militer Belanda II, perjuangan diplomasi internasional, hingga detik-detik kembalinya RI ke Yogyakarta,” sambungnya.

Views: 0