Sleman — Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menggelar kegiatan jumpa pers dengan mengangkat tema “Penguatan Nilai Keagamaan, Kebangsaan, Budaya, dan Ketahanan Keluarga untuk Generasi Sleman Berkarakter”, pada Kamis (9/4/2026) di Pendopo Paku Jati Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) Sleman.

Tema tersebut diangkat sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 18 April 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agung Armawanta pada kesempatan itu menuturkan bahwa sesuai dengan Surat Gubernur DIY Nomor B/200.1.4.3/721/BR.8 tanggal 4 Maret 2026, Kabupaten Sleman dipilih menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ tahun ini.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Sleman berkomitmen memberikan yang terbaik untuk menyukseskan acara tersebut di tengah banyaknya rasionalisasi anggaran.

“Pelaksanaannya akan dilaksanakan tanggal 18 April 2026 hari Sabtu. Tetapi didahului dengan Rakerda LPTQ DIY tingkat Provinsi tanggal 16 April 2026. Jadi MTQ-nya hanya sehari. Kemudian MTQ ini akan dibuka dan ditutup di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman,” jelas Agung.

“Untuk kepanitiaannya kepanitiaan gabungan, ada panitia lokal tentu yang ini di bawah Pak Bupati, kemudian yang Provinsi juga ada di Provinsi dengan Biro Kesra dan Kanwil, kalau kita dengan Kemenag Agama Sleman. MTQ ini akan diikuti sejumlah 130 orang peserta dari empat kabupaten dan kota, jadi lima kafilah. Diharapkan pembukaannya 400 orang, penutupannya ya di bawahnya sedikit sekitar itu. Dengan undangan dari DIY itu 100 orang, kemudian dari Sleman 44, dan kafilah itu official150, dewan hakim, pewara, panitia 80 orang. Totalnya sekitar 400 kira-kira nanti,” sambungnya.

Agung menambahkan ada enam cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu Tilawah (seni baca Al-Qur’an), Hifdzil Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an, dan Musabaqah Fahmil Qur’an.

Ia menegaskan penyelenggaraan MTQ DIY 2026 di Sleman tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, namun juga momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai religius dan kebangsaan di tengah masyarakat.

“Insyaallah (MTQ DIY 2026) nanti bisa berjalan dengan baik dan ini juga diharapkan bahwa setelah ini Sleman akan menjadi generasi yang mohon maaf qur’ani gitu nggih harapannya itu. Kemudian memakmurkan masjid, yang gereja juga diharapkan membiaskan virus baiknya ke agama yang lain. Tapi karena hari ini judulnya MTQ, kami landasan trigger-nya adalah MTQ,” ujar Agung.

Selain itu, pada bulan ini Pemkab Sleman melalui Dinas Kebudayaan juga akan menyelenggarakan Festival Langencarita dengan tema Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan pada 11 April 2026, dan lomba cerdas cermat museum pada 16 April 2026. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni, Dekhi Nugroho.

“Peserta nantinya diikuti oleh perwakilan dari lima kapanewon se-Kabupaten Sleman (Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok). Festival ini dilaksanakan pukul 09.00 WIB, di Gedung Serbaguna Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman,” ujarnya.

Dekhi menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai ruang apresiasi dan pembinaan yang berkelanjutan bagi sanggar atau kelompok seni untuk mendorong lahirnya pertunjukkan yang kreatif dan berkualitas.

Sementara untuk lomba cerdas cermat akan dilangsungkan di Aula Pangripto Bappeda Sleman dan Ruang Rapat Dinas Kebudayaan Sleman. Kegiatan ini merupakan sub kegiatan permuseuman tahun anggaran 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai sejarah, budaya, serta peran museum sebagai sarana edukasi.

Kegiatan jumpa pers ini juga menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni yang pada kesempatan itu mengatakan bahwa selain dari sisi keagamaan dan budaya, Pemkab Sleman juga berkomitmen menggenjot pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, khususnya perlindungan anak dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Dinas P3AP2KB Sleman secara aktif telah melaksanakan berbagai program, di antaranya program ketahanan dan kesejahteraan keluarga, program pemberdayaan perempuan, serta program perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ungkapnya.

“Pada program ketahanan dan kesejahteraan keluarga, ada delapan penerapan fungsi keluarga yaitu fungsi agama, pembinaan lingkungan, ekonomi, reproduksi, sosial budaya, sosialisasi dan pendidikan, cinta kasih, serta perlindungan. Sementara program pemberdayaan perempuan di antaranya program pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan. Ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan terkait program tersebut yaitu advokasi peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dan sosial, serta kegiatan pembinaan kelompok Desa Prima,” sambung Novita.

 

Views: 0