Sleman – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan berbagai sektor layanan publik telah dipersiapkan secara optimal. Mulai dari layanan kesehatan, kesiapan destinasi wisata, stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok, hingga pengelolaan bantuan keagamaan yang tepat sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama dalam kegiatan Jumpa Pers Dinas Kominfo Sleman, pada Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, menyampaikan bahwa Pemkab Sleman bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah koordinatif untuk memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik selama libur lebaran.

“Sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, kami melaksanakan berbagai langkah koordinatif baik itu di puskesmas, rumah sakit, Rumah Sakit PONEK, maupun di lingkungan Dinas Kesehatan sendiri,” ujarnya.

Cahya menjelaskan bahwa selama momen libur lebaran, puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya tetap membuka layanan dengan sistem piket tenaga kesehatan selama masa libur. Kesiapsiagaan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan apabila terjadi kondisi darurat.

Setiap puskesmas diminta menyediakan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Puskesmas juga diimbau agar menyiapkan ambulans beserta pengemudi yang siaga selama 24 jam. Layanan tersebut dapat diakses masyarakat melalui Call Center Sleman Emergency Service (SES), di nomor 0274-8609000 atau 08112668900.

“Seluruh rumah sakit di Sleman adalah rumah sakit rujukan kegawatdaruratan. Untuk itu, puskesmas melakukan identifikasi ibu hamil risiko tinggi yang HPL dalam rentang tanggal 18 sampai dengan 24 Maret 2026, dan selalu berkoordinasi dengan Puskesmas PONED dan Rumah Sakit PONEK,” ujar Cahya.

“Rumah Sakit PONEK di Sleman itu ada tujuh, yaitu RSUP Dr. Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, RSKIA Sadewa, RSU Sakina Idaman, dan RSU PKU Muhammadiyah Gamping,” sambungnya.

Cahya pun mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga, dengan menerapkan prokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Di sektor pariwisata, destinasi wisata di Sleman dipastikan siap menerima kunjungan wisatawan. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto mengatakan periode pencatatan kunjungan wisatawan pada libur lebaran 2026 dimulai pada 14 sampai dengan 29 Maret 2026.

Selama periode terebut diperkirakan akan ada 250.000 sampai 400.000 pergerakan wisatawan di destinasi pariwisata yang ada di Sleman. Dimana, pergerakan wisatawan tersebut akan didominasi oleh pengunjung dari Pulau Jawa.

“Untuk itu Dinas Pariwisata Sleman telah menerbitkan SE Kepala Dinas tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman dan Menyenangkan pada Periode Libur Lebaran 1447 H di Kabupaten Sleman, yang menekankan tujuh poin yaitu pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Memperhatikan perkembangan informasi BMKG terkait potensi bencana alam, mematuhi arahan dari BPPTKG fan BPBD Sleman terkait aktivitas Gunung Merapi. Koordinasi dengan layanan kedaruratan dan keamanan terdekat untuk menjamin keselamatan dan keamanan wisatawan,” kata Kus Endarto.

“Selanjutnya melakukan uji petik keamanan dan perawatan fasilitas atau wahana usaha terutama jip wisata, tidak menaikkan harga produk atau layanan melebihi batas kewajaran kepada wisatawan, serta mengolah sampah dan limbah dari aktivitas destinasi wisata untuk menjaga keasrian lingkungan,” sambungnya.

Dari sisi ekonomi, Pemerintah Kabupaten Sleman terus melakukan pemantauan terhadap pasokan dan harga komoditas di pasar rakyat maupun distributor. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok di Sleman menjelang Hari Raya Idul Fitri cukup aman, berdasarkan data stok bahan pokok bulan Februari 2026. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari.

 “Ketersediaan sejumlah komoditas utama di Sleman dalam kondisi cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasca lebaran. Sebagai upaya pemantauan perkembangan harga, Disperindag rutin melakukan pemantauan di delapan pasar rakyat, yaitu Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, dan Pasar Cebongan,” tandasnya.

Selain itu, pengelolaan bantuan keagamaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam momentum Ramadan dan lebaran. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sleman, Muhaimin pada kesempatan yang sama menyebutkan pelbagai program yang dilakukan BAZNAS bersama Pemkab Sleman dan pihak terkait lainnya.

“Program Ramadan yang kami lakukan meliputi pembagian paket sembako, tarling tingkat kabupaten, tali asih rois, bingkisan guru ngaji, masjid ramah musafir, santunan masyarakat miskin, kegiatan keagamaan Ramadan, paket sembako Ramadan OPD, dan penyaluran fidiyah,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga ketertiban, keamanan, dan semangat kebersamaan selama perayaan Idul Fitri. Untuk itu, seluruh aspirasi maupun aduan dapat disalurkan melalui kanal Lapor Sleman, SP4N LAPOR, Sleman Digital, dan media sosial resmi Pemkab Sleman lainnya.

 

 

Views: 0