Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi persiapan agenda jumpa pers Pemkab Sleman tahun 2026, di Ruang Rapat Sayap Timur Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (10/12/2025).

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Sleman, dan dihadiri oleh sekretaris dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Sleman.

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kominfo Sleman, Budi Santosa menegaskan pentingnya penguatan komunikasi publik pemerintah daerah melalui media massa.

“Agenda hari ini bertujuan untuk menentukan bagaimana JP (jumpa pers) di tahun2026. Sebab jumpa pers bukan hanya agenda rutin, tapi sarana memastikan masyarakat memperoleh informasi kredibel dan berkualitas mengenai kebijakan Pemkab Sleman, dan program apa saja yang ada di masing-masing OPD Pemkab Sleman,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Budi juga memaparkan komparasi ekspos pemberitaan masing-masing OPD, baik di media online maupun media sosial periode November 2024 sampai dengan November 2025.

Hasil monitoring menunjukkan Sekda Sleman menjadi OPD paling dominan di media online dengan 772 pemberitaan. Sementara itu, di media sosial, BKAD mencatat 199 perbincangan, didorong oleh tingginya perhatian publik terhadap percepatan renovasi Stadion Maguwoharjo.

Untuk itu, Ketua Tim Komunikasi Publik dan Pelayanan Pengaduan Dinas Kominfo Sleman, Kelik Endratno Subroto menjelaskan secara detail langkah yang dapat ditempuh OPD dalam penyusunan materi yang akan disampaikan dalam agenda jumpa pers tahun 2026.

Kelik juga menekankan materi disampaikan dengan narasi yang mudah dipahami publik. Di mana, meteri tersebut memuat informasi edukatif, program pemerintah, serta data-data yang akurat.

“Agenda JP (jumpa pers) untuk tahun depan kami sudah mengagendakan sebnyak 19 kali. Maksud kami mengumpulkan Bapak Ibu hari ini untuk merumuskan agenda JP tahun depan itu apa saja. Kita bantu untuk publikasi, kita agendakan jauh-jauh hari, baik itu agenda besar maupun agenda rutin,” katanya.

“Materi yang dapat disampaikan terkait isu strategis, program unggulan, informasi pelayanan publik, atau apapun yang berdampak besar bagi masyakat ada impact-nya langsung ke publik. Jadi bukan acara seremonial,” sambung Kelik.

Views: 0