Sleman – Sebanyak 40 pelaku UMKM Kapanewon Ngemplak mengikuti bimbingan teknis Kewirausahaan Digital Program Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPPM), di The Alana Hotel & Convention, Yogyakarta, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan tersebut dilangsungkan dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di era digital. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung, yakni “mencetak digital preuner yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman melalui pemasaran produk secara online nasional maupun global”.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Telekomunikasi Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Pengendalian Telekomunikasi Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Agus Hermawan menuturkan bahwa pelatihan tersebut merukan respon terhadap Program Pagu Usulan Partisipatif Masyarakat (PUPM) yang diajukan Kapanewon Ngemplak, dan difasilitasi oleh Dinas Kominfo Sleman. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pelaku UMKM di bidang pemasaran digital dan teknologi AI.

“Dalam bimtek ini, kita akan membahas tentang konsep dasar digital marketing, startegi pemasaran digital, serta tips dan trik untuk meningkatkan penjualan melalui platform digital. Kami juga akan berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengaplikasikan digital marketing dalam usaha UMKM,” kata Agus.

Adapun narasumber dalam bimtek kali ini ialah salah satu dosen Universitas AMIKOM Yogyakarta sekaligus owner Jogjaweb.co.id, Jaeni Sahuri. Pada kesempatan itu, Jaeni menuturkan bahwa menjadi wirausaha di era digital harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan.

“Karakteristik wirausaha digital itu dia berbasis teknologi dan data, inovatif dan fleksibel, serta memiliki jangkauan luas. Untuk itu, menjadi wirausaha harus pandai memanfaatkan peluang yang ada akibat adanya perkembangan teknologi ini, yaitu biaya rendah, dan akses pasar luas,” ungkap Jaeni.

Lebih lanjut, perkembangan teknologi menghadirkan berbagai platform untuk mempromosikan produk atau jasa secara daring. Platform ini bisa berupa media sosial, marketplace, website, hingga aplikasi chat.

Jaeni menjelaskan bahwa platform pemasaran online tersebut memiliki kelebihannya masing-masing. Contohnya media sosial (instagram, facebook, tiktok), platform ini mempunyai keunggulan berupa konten visual, iklan, dan storytelling produk. Kemudian marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak memudahkan terjadinya proses jual beli secara langsung, dan menghadirkan rating serta sistem pembayaran yang beragam.

“Sementara chat apps seperti What’s App dan telegram membuat interaksi cepat antara penjual dan pembeli, serta penawaran langsung secara daring. Media sosial, termasuk WA bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan penghasilan,” tutur Jaeni.

“Dengan peka melihat isu apa, permasalahan apa, peluang apa, dan memanfaatkan fiturnya untuk berjualan, seperti story wa. Itu bisa menghasilkan uang. Begitupun dengan media sosial lainnya,” tandasnya.

Jaeni juga mengatakan bahwa pelaku usaha kini dapat memanfaatkan pelbagai aplikasi pendukung seperti ChatGPT, Gemini Google, JOGG, PIXVERSE, Pippit, Capcut, dan Canva untuk membuat video pemasaran. Pada kesempatan itu, ia mengajak peserta bimtek untuk praktik membuat iklan pemasaran melalui salah satu aplikasi tersebut.

Peserta pun nampak antusias mengikuti instruksi yang diberikan, bahkan sebagian dari mereka ada yang membawa hasil produksinya. Secara bertahap, peserta mulai mengunduh aplikasi JOGG. Kemudian memotret dan merekam video produk UMKM yang dibawanya untuk disunting di aplikasi tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM Kapanewon Ngemplak dalam digital marketing. Kesempatan ini pun menjadi wadah bagi para wirausaha untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mengembangkan UMKM.

 

 

Views: 0