SIARAN PERS

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN SLEMAN

NO.9/KOMINFO/2025

TINGKATKAN KUALITAS SDM, PERPUSARSIP SLEMAN CANANGKAN DESA MANDIRI LITERASI

Sleman, 17 Februari 2025 – Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman. Pasalnya, kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi sebuah kebutuhan utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Pelbagai upaya ditempuh Pemkab Sleman guna mengembangkan kapabilitas masyarakat setempat.

Satu di antaranya ialah pencanangan Desa Mandiri Literasi. Sebuah program desa dengan masyarakat yang melek literasi dan memiliki akses terhadap layanan dasar yang memadai baik di bidang ekonomi, lingkungan, hingga administrasi pemerintahan. Keberadaan Desa Mandiri Literasi ini diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan terciptanya masyarakat mandiri nan tangguh.

Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpus Arsip) Kabupaten Sleman, Abu Bakar mengatakan pihaknya pada tahun ini mencanangkan Desa Mandiri Literasi. Di mana, desa tersebut akan dimbil dari 30 RKGM (Rintisan Kalurahan Gemar Membaca) yang ada di Kabupaten Sleman.

“Ini itu kita nanti di 2025 kita mau mewujudkan Desa Mandiri Literasi. Itu induknya ada kurang lebih 30 RKGM (Rintisan Kalurahan Gemar Membaca). Kalau terkait desa-desa di Sleman, itu sebenarnya sudah jago-jago orangnya. Kita ngambil di Desa Mandiri Budaya dulu,” ungkap Abu.

“Artinya embrionya ada di RKGM. (Dari) 30-an yang sudah mandiri itu, ada satu di Widodomartani, itu kita tarik di Desa Mandiri Literasi. Kita usulin ke Dana Is itu 250 juta. Di situ ada pojok-pojok baca di tiap-tiap dusun, poskamling, terus di tempatnya pokdarwis, dan gapoktan,” sambungnya.

Abu menambahkan, rencana tersebut nantinya akan dikolaborasikan dengan keberadaan wifi padukuhan yang telah disediakan sebelumnya oleh Pemkab Sleman melalui Dinas Kominfo. Mengingat, pojok baca dalam Desa Mandiri Literasi juga akan ditempatkan di lokasi berkumpulnya karang taruna.

Dengan begitu, keberadaan pojok baca di setiap penjuru desa se-Kabupaten Sleman dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat. Hal ini tentunya tidak terlepas dari sinergi antar berbagai pihak terkait.

“Di tempatnya anak-anak karang taruna nongkrong, kan ada wifi juga nih di tiap-tiap padukuhan, 1212 wifi padukuhan dari Kominfo, bisa dimanfaaatkan. Artinya kolaborasi saja, sudah ada wifinya dari Kominfo, sudah ada Desa Mandiri Budayanya dari Dinas Kebudayaan, kita kolaborasikan, Desa Mandiri Literasi,” kata Abu.

“Di samping itu juga sudah membuat yang namanya TPBIS (Tali Informasi Berbasis Inklusi Sosial), itu sudah lepas tidak melihat arah, tidak melihat apa-apa. Itu difabel masuk, ibu-ibu PKK masuk, anak putus sekolah masuk, di situ ada namanya program Baca Jadi Karya,” jelasnya.

Disinggung mengenai tingkat literasi masyarakat setempat, Abu menjelaskan berdasarkan klasifikasi dari Perpustakaan Nasional (Perpunas) RI, indeks literasi digital warga Sleman sebesar 3,6 dari 4,0. Angka tersebut menegaskan bahwa literasi masyarakat Sleman saat ini tergolong baik.

“Sudahlah (baik). Indeks literasi digital masyarakat Sleman ini yang terkait baca di HP karena sekarang lebih banyak orang baca di HP. Sekarang itu, (kategori) sedang yaitu 3,6. Sedangkan untuk ukuran tinggi bagus itu sebenarnya tinggal dikit, 4,0. Itu ukuran klasifikasi dari Perpusnas,” ungkap Abu.

Meski begitu, Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus menggenjot literasi masyarakat. Untuk itu, Abu berpesan agar masyarakat Sleman konsisten menumbuhkan budaya gemar membaca.

“Untuk masyarakat Sleman, terkait literasi, kita jadi ingat ayat yang diturunkan pertama itu iqra, bacalah. Artinya mulai bayi itu nangis, terus umur satu tahun itu kita latih untuk baca. Karena itu akan jadi investasi bila mana anak kita ke depan,” imbuhya.

 

*

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kontak di bawah ini.

 

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman

Phone : (0274) 868405

Fax : (0274) 868945

Views: 0