Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Media Sosial 2 di Obelix Village, Selasa (26/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi para admin pengelola media sosial di Pemkab Sleman.

Di mana, bimtek kali ini menghadirkan dua orang narasumber dari Dinas Kominfo Sleman, yaitu Hermantara Dwi Laksana dan Singgih Kalbu Ardi, serta staf Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Pemkab Sleman, Hafid Mutaki. Adapun materi yang dibahas dalam workshop tersebut ialah teknik fotografi, teknik desain menggunakan aplikasi Canva, dan cara mengedit video melalui CapCut.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menuturkan bahwa materi bimtek kali ini bisa menjadi bekal para admin media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan tersebut tentunya diharapkan dapat menghasilkan rizki baru, terlebih ketika memasuki masa purna tugas.

“Semoga keterampilannya terus bertambah, dan yang saya harapkan ini menjadi keterampilan yang tidak hanya bisa dipakai untuk instansi tetapi untuk diri sendiri juga, dengan catatan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kominfo Sleman telah melangsungkan bimtek media sosial tahap satu pada 21 Oktober lalu, dengan muatan mengenai kiat-kiat pengelolaan media sosial di lingkungan Pemkab Sleman. Sementara pada bimtek kali ini, peserta tidak hanya disuguhkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat konten media sosial baik foto maupun video, melalui gawai (gadget) sesuai dengan teori yang telah dipaparkan oleh narasumber.

Mengingat, media sosial kini menjadi sarana publikasi dan diseminasi informasi yang paling efektif dan efisien. Di mana, konten media sosial dapat dibuat menggunakan gawai dan berbagai aplikasi penunjang lainnya.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Sleman, Cicilia Lusiani dalam sambutannya. Perempuan yang akrab disapa Lusi itu pun menambahkan, saat ini penggunaan satu device yaitu gadget saja, sudah bisa menghasilkan konten digital yang efektif dan menarik.

“Sudah tidak perlu pindah-pindah device lainnya, cukup menggunakan gawai saja untuk membuat konten. Harapannya dengan menggunakan gawai saja sudah bisa foto, ngedit diaplikasi Canva, dan CapCut untuk konten,” kata Lusi.

Di akhir sesi, peserta mengumpulkan konten yang telah dibuat untuk dinilai oleh ketiga narasumber. Dari hasil penilaian, dipilih tiga konten terbaik yang kemudian diberikan apresiasi oleh panitia. (Rep. Elri)

Views: 0