Siaran Pers No.10/KOMINFO/2024

Senin, 18 Maret 2024

tentang

Pemkab Sleman Perluas Ruang Ekonomi bagi Pasar Tradisional dan UMKM

Percepatan pemulihan ekonomi menjadi salah satu fokus perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman pasca pandemi. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) merumuskan kebijakan baru untuk membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi pasar tradisional maupun pelaku sektor industri kecil menengah (IKM).

Langkah yang ditempuh ialah meningkatkan daya saing pasar tradisional, penguatan UMKM di sektor industri, serta menjaga ketersediaan pangan melalui program pasar murah dan operasi pasar. Terkait eksistensi pasar tradisional, pemerintah berupaya meningkatkan kunjungan masyarakat ke pasar rakyat  dengan merevitalisasi pasar dari segi fisik maupun manajemannya, pemberdayaan para pedagang melalui program Sekolah Pasar, hingga peluncuran aplikasi lopis.id.

“Pasarnya sudah kami revitalisasi, pedagangnya sudah canggih-canggih. Kami sudah ada yang namanya Sekolah Pasar,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, dalam Beranda Sleman, Sabtu (16/3/2024).

Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah untuk memberdayakan para pedagang pasar. Melalui program Sekolah Pasar, para pedagang pasar tradisional diberikan pembekalan mengenai strategi penjualan, penawaran dagangan, pembukuan kecil hingga pengenalan teknologi informasi agar para pedagang di pasar tradisional tidak gagap teknologi, khususnya pedagang lansia.

“Sekolah pasar itu kami menghadirkan satu pembinaan untuk pedagang pasar bagaimana menata dagangan, tersenyum, kemudian menawarkan sewajarnya, kemudian juga pembukuan kecil. Kemudian revitalisasi pasar, sekarang pasar tidak ada pasar becek. Tapi memang pasar harus berani bersaing,” kata Mae.

Proses transaksi di pasar rakyat, perlahan dialihkan secara online melalui lopis.id atau Layanan Online Pasar ing Sleman. Layanan ini juga dikembangkan dalam rangka meningkatkan ekonomi pedagang pasar tradisional di tengah-tengah perkembangan teknologi dan tren bisnis saat ini.  Dengan begitu akses kegiatan ekonomi pasar tradisional semakin beragam, dan pasar diharapkan memilik daya saing yang kompetitif.

“Pasar itu kan transaksinya di lokasi, ini di suruh di rumah aja, gimana para pelaku usaha yang sejumlah 14 ribu ini tetap jalan. Kemudian kami menggandeng UGM, dan bekerjasama dengan Kominfo bagaimana belanja online ini digalakkan di pasar rakyat. Kami membentuk satu kelompok dimana satu kelompok itu diadminin yang masih muda milenial. Kemudian kami bentuk grup online, yang ada informasi namanya lopis.id, kami punya IG di situ. Layanan Online Pasar ing Sleman,” kata Mae.

“Jadi pasar kami kenalkan digitalisasi pasar. Sekarang sudah ada QRIS, sudah ada layanan online, tinggal masyarakat mau pilih yang mana, itu haknya masyarakat. Kami hanya menghadirkan yang terbaik saja,” sambung Mae.

Sementara di sektor industri, ekspor UMKM Kabupaten Sleman tetap eksis meski diterpa pandemi. Sejauh ini permintaan ekspor masih pada beberapa tren komoditi yang cukup familiar, yaitu tekstil,  kulit, dan sarung tangan golf. Adapun pangsa pasar utama untuk ekspor produk-produk UMKM Sleman ialah Amerika, Jepang, dan Korea.

Disperindag Sleman mencatat pada saat covid, capaian ekspor Kabupaten Sleman mencapai 75 juta US dolar. Angka ini melampaui target yang ditentukan yaitu 45 US dolar. Mae mengatakan pihaknya tetap optimis ekspor produk UMKM Sleman akan terus meningkat.

“Jadi ekspor kita hampir di semua negara, dan fantastisnya pada saat covid nilai ekspor kita luar biasa tajam naik. Dari target 45 US dolar, kita bisa sampai 75 juta US dolar ekspornya. Tapi ke belakang ini kita harus waspada, ketika masing-masing mengamankan prodak sendiri. Tapi kita tetap optimis karena prodak lokal Sleman luar biasa,” ungkap Mae.

Oleh karena itu, program peningkatan kapasitas terus digencarkan secara masif. Upaya yang selama ini dilakukan yaitu dengan membuat pameran-pameran yang mendatangkan banyak pembeli. Di samping itu, Disperindag juga memberikan pendampingan UMKM melalui Rumah Kreatif Sleman.

“Nah ini dari berbagai tingkatan ini tentu saja perlu pendampingan masing-masing. Kami punya tim di Rumah Kreatif Sleman namanya. Jadi di sana membuka kelas-kelas, yang kelas mikro, menengah, sampai yang ekspor kami pendampingnya,” jelas Mae.

Rumah Kreatif Sleman merupakan sebuah wadah yang diinisiasi Disperindag Sleman untuk membimbing UMKM. Berdiri sejak petengahan 2017, Rumah Kreatif Sleman memfasilitasi kebutuhan pelaku UMKM Sleman dalam bentuk konsultasi serta pendampingan. Di samping itu, Rumah Kreatif Sleman juga menyediakan Galeri Upakarti yang berada di Lantai 1 Gedung Disperindag sebagai tempat memamekan produk-produk UMKM. Syarat produk UMKM yang bisa dipajang di situ ialah produksi usaha IKM (Industri Kecil Menengah) Sleman.

Kendati demikian, Mae menegaskan perlu adanya peningkatan terhadap mindset UMKM bahwa kini persaingan tidak hanya lokal saja, tetapi sudah mencakup persaingan global. Dengan begitu harapannya pelaku UMKM mengetahui target pasar, kualitas kuantitas produk, serta peningkatan daya saing dari sisi SDM.

“Terutama mindset UMKM itu harus ditingkatkan lagi bahwa sekarang ini persaingan gak hanya lokal, sudah global. Sehingga paling tidak mereka harus tahu target pasar, kemudian kualitas kuantitas. InI untuk meningkatkan daya saing mereka dari sisi SDM-nya, pemasarannya, kualitas kuantitas prodaknya,” ungkap Mae.

 

 

Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Sleman

Phone : (0274) 868405

Fax      : (0274) 868945

Email   : [email protected]

Views: 0