Sleman – Dinas Kominfo Sleman menerima kunjungan kerja (kunker) dari Tim Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Sekretariat Negara RI, di Ruang Sleman Smart Room L t. 3 Dinas Kominfo Sleman, Rabu (14/12/2022). Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk knowledge sharing mengenai pengelolaan pengaduan dengan para admin pengelola SP4N-Lapor! di Lingkungan Pemkab Sleman dan Pemda DIY.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Purwati mengatakan bahwa melalui diskusi pengalaman terkait pengelolaan pengaduan ini dapat memberikan ilmu dan motivasi dalam peningkatan kualitas pengelolaan pengaduan di masing-masing pihak.
“Jadi nantinya akan ada banyak ilmu yang diserap oleh masing-masing baik oleh Sleman, Provinsi, maupun dari teman-teman Setneg,” ungkapnya.
Purwati juga menjelaskan bahwa Pemkab Sleman telah menyiapkan 10 kanal aduan bagi masyarakat mulai dari media sosial, telepon, sms, email, layanan pengaduan secara langsung di kantor Kominfo Sleman, aplikasi Lapor Sleman, termasuk SP4N-Lapor!.
Seluruh kanal tersebut disediakan mengingat bahwa karakteristik warga Sleman yang berbeda-beda. Oleh karenanya Pemkab memberikan beragam pilihan saluran aduan sebagai wadah yang mudah diakses oleh masyarakat.
“Jadi kami (Kominfo Sleman) punya 10 kanal aduan, karena karakteristik warga Sleman dari puncak Gunung Merapi hingga perbatasan dengan Kota Jogja berbeda. Kami di Pemda menganggap bahwa aduan dari masyarakat adalah yang kami butuhkan,” jelas Purwati.
Lebih lanjut dalam pelaksanaan pengelolaan pengaduan di Kabupaten Sleman, terdapat 2 admin utama yang berada di Kominfo Sleman, 53 admin penghubung atau pejabat penghubung di masing-masing OPD, dan 49 instansi.
Pada kesempatan itu, Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat Sekretariat Negara RI, Y Ricky Syailendra Asmuni mengatakan bahwa alasan pemilihan Pemkab Sleman sebagai tujuan pembelajaran pengelolaan pengaduan dikarenakan Kabupaten Sleman mendapatkan penghargaan predikat Outstanding Achievement dari Kementerian PANRB. Selain itu Pemkab Sleman merupakan salah satu instansi pemerintahan yang menjadi proyek percontohan SP4N-Lapor!.
“Kami (Setneg) telah berdiskusi di Jakarta terkait dengan Lapor ini, daerah mana saja yang mendapat penghargaan lalu mendapat predikat tertentu. Nah salah satunya Kabupaten Sleman mendapat penghargaan predikat Outstanding Achievement, sehingga kami merasa perlu untuk berdiskusi lebih lanjut. Apa saja yang dilakukan dalam pengelolaan pengaduan,” jelasnya.
Ricky juga menuturkan bahwa pihaknya sangat berterimakasih untuk penerimaan serta ilmu dan pengalaman yang dibagikan oleh admin pengelola Pemkab Sleman dan Pemda DIY kepada timnya. Hal itu sesuai dengan tujuan utama pelaksanaan kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh timnya yakni memperoleh pembelajaran yang baik dalam peningkatan kapasitas pengelolaan pengaduan baik dari Pemkab Sleman maupun Pemda DIY.
“Terima kasih atas sambutan dan sharing pengalaman pengelolaan SP4N-Lapor untuk belajar. Jadi ini syukur sekali dapat pengalaman dari bapak- ibu sekalian. Nah ini tujuan kami untuk dapat memperoleh pembelajaran yang baik dari Pemda DIY maupun Sleman atas penanganan pengaduan ini,” ungkap Ricky.
Views: 0