Sleman – Kemudahan yang ditawarkan oleh dunia digital dapat dimaksimalkan untuk berbagai macam hal, salah satunya adalah untuk berwirausaha. Dengan lingkungan yang mendukung, beriwirausaha secara digital dapat memudahkan para pelaku usaha untuk menjajakan produk dan jasanya secara efektif dan fleksibel di mana pun dan kapan pun, karena sifat dari dunia digital tersebut yang tidak terbatas ruang dan waktu.
Untuk itulah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman menggelar Bimbingan Teknis Kewirausahaan Digital di The Alana Hotel, Jalan Palagan, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman selama 2 hari dari Selasa (29/11/2022) sampai dengan Rabu (30/11/2022).
Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Purwati menuturkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk dapat melatih para peserta yang berasal dari kalangan usia produktif (17-45 tahun) untuk dapat menjadi Digital Preneur, yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman melalui pemasaran produk secara online, baik nasional maupun global.
“Diharapkan para peserta bapak ibu sekalian dapat menjadi pelaku ekonomi yang kreatif, memanfaatkan perangkat digital yang ada di sekitar kita,” ujar Purwati.
Purwati berharap, dengan pelatihan yang diberikan ini dapat membuka jalan pemasukan ekonomi bagi masyarakat, dan dapat menghasilkan income secara konsisten melalui online.
“Khususnya untuk produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM Sleman, dan produk lainnya,” imbuh Purwati.
Ajakan untuk beriwirausaha secara digital juga mendapat dukungan oleh Sri Purnomo, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman. Ia mengatakan, berwirausaha secara digital memiliki peluang yang sangat besar.
“Saat ini, semua bergerak ke arah digitalisasi, di mana internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Sri, pengguna internet di Indonesia telah mencapai angka 204,7 juta, di mana 170,4 jutanya merupakan pengguna ponsel cerdas. Angka tersebut membuat Indonesia sebagai pengguna internet dan ponsel cerdas terbanyak nomor 4 terbanyak di dunia. Hal tersebut tentunya berpengaruh terhadap gaya hidup masyarakat di Indonesia, salah satunya adalah perilaku konsumen.
“Berdasarkan riset Facebook, 91 persen masyarakat sekarang lebih tertarik untuk belanja secara online, dan 58 persennya selalu belanja melalui online. Ini tentunya menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku usaha yang mau berwirausaha secara digital,” ungkap Mantan Bupati Sleman dua periode ini.
Kabupaten Sleman sendiri saat ini menurut Sri Purnomo telah memberikan lingkungan yang positif untuk mendukung para pelaku usaha digital. Saat ini, lanjutnya, Sleman telah mengampanyekan layanan wifi gratis, di mana ada lebih dari 2000 titik internet gratis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“1212-nya ada di padukuhan. Jadi kuota habis, bisa cari wifi gratis,” ujarnya.
Salain itu, di setiap sudut di Kabupaten Sleman ada agen ekspedisi, yang juga dapat menunjang jalannya usaha digital. “Sehingga pengiriman barang ke pembeli tidak repot, bahkan ada agen yang bisa menjemput,” tambah Sri lagi.
Untuk itulah, Sri Purnomo berharap para pelaku usaha di Sleman dapat lebih memanfaatkan peluang berwirausaha secara digital, untuk ekonomi masyarakat yang lebih sejahtera.
Views: 0