Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman menerima kunjungan kerja dari Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian Kab. Purworejo di Smart Room Diskominfo Sleman, Jumat (20/5/2022). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari mengenai komunikasi publik dan juga publikasi branding. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho ini diterima oleh Sekretaris Diskominfo Sleman, Purwati dan Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda pada Dinas Komunikasi dan Informatika dan selaku Sub-Koordinator Kelompok Substansi Komunikasi Publik dan Pelayanan Pengaduan Bidang Informasi dan Komunikasi, Syarifah Thurayyah.

Pada kesempatan tersebut Stephanus menyebutkan bahwa kunjungannya kali ini ingin fokus membahas mengenai pengelolaan media dalam mengembangkan potensi promosi Kota Purworejo.

“Karena fungsi kehumasan yang baru saja berpindah ke Kominfo kami, sehingga penting untuk kami melihat implementasi yang sudah dilakukan di daerah lain khususnya Sleman yang sudah cukup baik,” ungkap Stephanus.

Stephanus menanyakan mengenai bagaimana menjaga hubungan dengan para wartawan sebagai salah satu aspek komunikasi publik berupa media komunikasi yang menyalurkan berita mengenai peristiwa-peristiwa di suatu kota/daerah. “Mengingat tidak semua berita yang disebarkan oleh beberapa media dapat dipastikan kebenarannya,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Syarifah Thurayyah mengatakan bahwa Diskominfo Sleman menjalin hubungan kerja sama secara intens dengan media lokal dengan terlebih dahulu bernegosiasi dengan media tersebut.

“Misalnya salah satu kerja sama kami dengan Tribun News, tentu diawal kita adakan audiensi kurang lebih 3 kali sampai dengan paparan. Tujuannya ingin melihat produk apa yang mereka tawarkan. Kemudian setelah rapat internal kita memutuskan produk apa saja yang akan diambil, tentu saja dengan cara negosiasi dengan media yang bersangkutan,” ungkap Syarifah.

“Kerja sama yang biasa kita lakukan dengan media seperti publikasi Laporan Keuangan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), peliputan hari jadi, dan sebagainya,” tambah Syarifah.

Sekretaris Diskominfo Sleman, Purwati menambahkan bahwa publikasi tidak hanya sekedar mem-publish mengenai potensi daerah, tapi juga mem-branding potensi tersebut.

“Branding artian bagaimana mengemas dengan baik mengenai potensi yang ada, tanpa melebih-lebihkan praktik tersebut sehingga tidak mengakibatkan huru-hara. Saya mengambil kesimpulan mengenai luar biasanya branding, bukan untuk membohongi publik tapi dapat dikemas dengan menarik,” jelas Purwati. (Rep Ivan)

Views: 0