Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman mengadakan teleconference dengan Subdit Perencanaan Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) terkait integrasi aplikasi perencanaan pengadaan di Sleman dengan SiRUP LKPP, Rabu (21/3) di Sleman Smart Room Dinas Kominfo Sleman.

Diskusi dengan sarana teleconference ini berangkat dari permasalahan pengadaan barang dan jasa melalui SiRUP. “SiRUP merupakan awal dari pengadaan, jadi ketika pengadaan dilakukan secara elektronik RUPnya harus ada di SiRUP terlebih dahulu, kendala yang terjadi karena SiRUP terpusat di LKPP dan server kadang sering down dan lambat sehingga ketika ada trouble kita harus kontak dengan LKPP, itu yang membuat prosesnya lama,” ungkap Yudiarto Setiawan, Kepala UPT LPSE Dinas Kominfo Sleman.

Lamanya proses penyelesaian masalah ini memberikan dampak pada Perangkat Daerah yang ingin mengisi RUP. “Kalau pada saat itu SiRUP tidak bisa diakses tentu menyebabkan pengadaan bisa terhambat,” beber Yudi. Selain itu, kendala lain terkait dengan hal-hal yang diumumkan di dalam SiRUP. Diungkapkan Yudi, belanja langsung dari pemerintah daerah, dalam konteks ini adalah seluruh Perangkat Daerah seharusnya diumumkan di dalam SiRUP sementara yang terjadi selama ini tidak semua Perangkat Daerah belanja langsungnya terinput ke dalam SiRUP.

Melihat hal tersebut, Dinas Kominfo Sleman berupaya untuk membangun suatu aplikasi yang bisa mewadahi entry RUP yang dilakukan Perangkat Daerah. “Sehingga entry RUP tidak dilaksanakan langsung di SiRUPnya LKPP tetapi ke dalam aplikasi kita yang nantinya akan terintegrasi dengan e-budgeting milik Pemda Sleman,” beber Yudi.

Yudi menjelaskan dengan terintegrasinya aplikasi ini maka diharapkan bisa mempermudah Perangkat Daerah dalam mengentry RUP. “Karena kalau datanya terintegrasi dengan e-budgeting maka Perangkat Daerah tidak perlu berkali-kali mengentry kemudian juga dapat meminimalisir keluhan dari Perangkat Daerah jika tidak bisa mengakses SiRUP karena nantinya yang diakses adalah aplikasi milik kita sendiri,” tandas Yudi. Sebab menurut Yudi, aplikasi inilah yang akan menyetor data ke SiRUP secara web service.

Selain itu, Yudi juga meyampaikan keuntungan lain dengan adanya aplikasi ini. “Kita punya database RUP dari masing-masing Perangkat Daerah di Sleman yang mana bisa dimanfaatkan untuk monev ataupun bahan pengambilan kebijakan,” urai Yudi.

Usai teleconference ini, lebih lanjut Yudi mengatakan bahwa tim teknis dari kedua belah pihak bisa langsung melaksanakan proses pembuatan aplikasi. “Karena sudah ada komunikasi dan diberi izin, langkah selanjutnya antar tim teknis sudah bisa melaksanakannya,” lanjut Yudi.