Semangat keterbukaan informasi adalah transparansi sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ini menjadi hal krusial yang diterangkan Cicilia Lusiani kepada perangkat desa, pengurus organisasi masyarakat, dan pegawai instansi di Kecamatan Prambanan, Selasa (28/8/2018).

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman ini berkesempatan menjadi narasumber dalam Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Keterbukaan Informasi Publik yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan Prambanan di Aula Budi Pekerti Kecamatan Prambanan.

Lusi menyampaikan salah satu informasi yang wajib disampaikan kepada masyarakat adalah penggunaan anggaran pemerintah dalam setiap pelaksanaan kegiatan. “Biasanya sifatnya pemberitaan, entah melalui media sosial pemerintah atau website laman resmi pemerintah,” ujar Lusi.

Oleh karena itu, website pemerintah disarankan Lusi untuk terus melakukan updating informasi. “Website harus update dan lengkap,” kata Lusi.

Ini lantaran untuk memenuhi kewajiban badan publik dalam mengumumkan informasi publik dan memenuhi hak masyarakat untuk tahu.

Sementara itu, Camat Prambanan, Eko Suhargono memberi catatan bahwa Kecamatan Prambanan akan berkomitmen agar masyarakat bisa mengakses informasi publik secara lebih mudah.

“Tetapi memang tidak semua harus dibuka artinya ada hal-hal yang sangat rahasia dan merupakan dokumen penting yang tidak boleh dibuka karena kalau dibuka bisa rusak,” beber Eko.

Eko sendiri menyadari bahwa pihaknya harus siap menghadapi era keterbukaan informasi publik. “Kita sudah tidak bisa membendung kemajuan jadi harus kita ikuti, kita harus bisa membedakan mana yang urgent dan tidak,” lanjut Eko.

Eko pun berharap stakeholder dan tokoh masyarakat yang hadir dalam sosialisasi bisa memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk mendapat informasi yang sebesar-besarnya. “Jika ada yang membutuhkan dan kita sudah ada ya harus disampaikan tapi tetap hal-hal yang bersifat rahasia tidak boleh disampaikan,” tutup Eko.