Turi – Bekerjasama dengan Universitas Budi Luhur Jakarta, Kalurahan Girikerto siap menyongsong era digital. Saat ini dengan pendampingan mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta, Kalurahan Girikerto sedang berproses mendigitalkan layanan-layanan yang ada di Kalurahan.

Setelah 5 bulan pendampingan, kini telah tersedia layanan administrasi yang tersedia secara daring melalui website. Tidak perlu datang ke kantor, warga Girikerto kini bisa mendaftarkan pengurusan dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, akta kematian, KTP, KK, kartu identitas anak, layanan nikah, pindah penduduk, surat pernyataan tempat tinggal, surat pengantar SKCK, maupun pengaduan masyarakat dari rumah.

Selain layanan administrasi, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta yang terjun mengabdi kepada masyarakat dalam program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar di Kalurahan Girikerto ini juga menyiapkan layanan transaksi non tunai untuk pariwisata dan UMKM. Ikhlas Aditya, mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta menjelaskan ide ini didapat saat mereka baru datang, para mahasiswa ini merasa Kalurahan Girikerto lokasinya jauh dari mesin ATM.

“Jadi sistem pembayarannya dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), tinggal memindai barcode untuk pembayarannya,” kata Ikhlas Aditya mewakili teman-temannya saat memaparkan progres pendampingan di Balai Budaya Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Rabu (26/1/2022).

Meski demikian, Ikhlas menjelaskan bahwa belum semua obyek wisata menerapkan transaksi non tunai karena ada paket-paket wisata yang sifatnya fleksibel dan juga karena masih kentalnya budaya negosiasi harga di desa.

Selain layanan administrasi dan transaksi non tunai, program digital lain dijalankan di Kalurahan Girikerto adalah promosi pariwisata, WA bisnis, arsip digital, dan mendesain ulang konten media sosial Kalurahan Girikerto. Selain itu masih ada kanal citizen journalism dimana warga bisa saling berbagi informasi. “Berbagi informasi dengan cepat dan benar. Karena kalau cepat saja belum tentu benar, bisa jadi hoax,” tekan Ikhlas Aditya.

Lurah Girikerto, Sudibya menyatakan senang dengan program pengabdian Universitas Budi Luhur Jakarta ini. “Kami siap menerima KKN Budi Luhur lagi karena bimbingan mengenai perkembangan teknologi masih sangat kami butuhkan,” aku Sudibya.

Secara khusus Sudibya memaparkan peran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman dalam perkembangan infrastruktur teknologi informasi di desanya. “Saat ini sudah ada 8 WiFi gratis yang terpasang di desa kami, itu sangat membantu sekali dalam pertukaran informasi di Girikerto ini. Kalau sudah memungkinkan, mohon Girikerto bisa ditambah WiFi lagi termasuk di balai budaya ini sebagai tempat pusat aktivitas warga,” kata Sudibya.