Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI kembali menggelar Bimbingan Teknis terkait Penyusunan Masterplan Smart City. Bimtek yang diselenggarakan di Ruang Sindoro Prima SR Hotel Yogyakarta ini berlangsung selama 2 hari, dari Senin (22/11/2021) hingga Selasa (23/11/2021). Bimtek tahap IV ini digelar untuk menyusun Quick Win dari 6 pilar Smart City.

“Hal penting dari bimtek ini adalah Smart City tidak hanya bergerak dari Kabupaten Sleman tetapi juga masyarakat, karena keberhasilan Smart City tidak hanya bertumpu pada apa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Sleman, tetapi juga kolaborasi antara pemerintah, swasta, juga masyarakat,” ungkap Purwati Sekretaris Diskominfo Sleman.

Yudho Giri Sucahyono, Tenaga Ahli Tim Pembimbing Pengembangan Smart City Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa pada Bimtek Smart City tahan IV ini, output yang dihasilkan adalah bagaimana Quick Win masing-masing pilar Smart City di Kabupaten Sleman.

Pada pilar Smart Government, Kabupaten Sleman akan menerapkan program free wifi di setiap padukuhan dan dukcapil online. Untuk Smart Branding, ada program Klik Deswita untuk pengembangan desa wisata. Pada pilar Smart Economy, ada pengembangan Pakpaiman yaitu Panduan Kerja Sama Pembinaan oleh Industri Sleman. Untuk Smart Living, ada pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana), dan manajemen trafik Mantra Nekad. Sementara untuk pilar Smart Society, diajukan program literasi Dari Rumah (LDR) dan inkubasi bisnis bagi pengusaha dan wirausaha muda. Sedangkan untuk Smart Environment, direncanakan pada pengembangan tata ruang.

“Hasil rencana Quick Win nantinya akan dikembangkan pada tahun depan,” tambah Yudho.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro berharap seluruh tahapan bimtek yang telah dilakukan dapat menyukseskan penerapan Smart City di Kabupaten Sleman. (Rep Tsalsa)