Sleman, InfoPublik – Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Bupati Sleman Sri Purnomo luncurkan Sistem Informasi Administrasi Terpadu Kecamatan atau dikenal dengan SIPATEN dan layanan pengantaran dokumen yang diberi nama Kado Untuk Dilan. Peluncuran layanan tersebut bertempat di Kantor Kecamatan Depok, Sleman, Kamis (27/2/2020) ditandai dengan penyerahan unit kendaraan antar oleh Bupati Sleman.

Sistem Informasi Administrasi Terpadu Kecamatan atau dikenal dengan SIPATEN sendiri dapat membantu proses pelayanan khusus masyarakat Depok dalam hal administrasi kependudukan, pelayanan perizinan, dan pelayanan aduan warga. Selain itu, warga Depok juga dapat memberikan informasi baik itu keluhan, laporan infrastruktur, saran, dan masukan untuk kemajuan Kecamatan Depok. Sementara Kado Untuk Dilan, yakni berupa layanan pengantaran dokumen yang sudah jadi kepada kelompok lansia dan difabel.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi inovasi tersebut karena dapat memudahkan masyarakat Kecamatan Depok dalam mendapatkan pelayanan prima tanpa mengantri atau menunggu lama. Selain itu, warga juga dapat dengan mudah memantau prosesnya melalui aplikasi tersebut.

“Misal warga sedang mengajukan izin mendirikan usaha, dia bisa memantau melalui aplikasi SIPATEN apakah sudah diproses atau belum dan tahu jika pengajuan izin sudah selesai,” tanbahnya. 

Selain itu, ditambah dengan adanya layanan antar bagi para lansia dan disabilitas tersebut menurut Sri Purnomo tentu mempermudah warga Depok karena dokumen yang sudah selesai diantar langsung ke rumah pemohon khusus bagi lansia dan disabilitas.

“Dengan adanya SIPATEN dan Layanan Kado untuk Dilan tentu menjadi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan Kecamatan Depok,” katanya.

Ia berharap dengan berbagai kemudahan tersebut dapat mensukseskan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan).

Hingga saat ini, layanan tersebut hanya ada di Kecamatan Depok. Sri Purnomo berharap daerah lain di Kabupaten Sleman dapat meniru inovasi tersebut. 

Sementara itu Camat Depok Abu Bakar mengatakan layanan tersebut guna mendukung visi Misi Bupati Sleman yakni mempermudah layanan masyarakat dengan terwujudnya Smart Regency. “Seluruh pelayanan ini gratis,” katanya.

Lanjutnya, hal tersebut dilatar belakangi mengingat potensi lanjut usia di Kecamatan Depok di atas 60 tahun terdapat 11.784 orang dan penyandang disabilitas 348 orang. (Humas Sleman)