Sleman – Sebanyak 25 Kabupaten/kota se Indonesia menjadi Pilot Project penerapan kota pintar (Smart City) di Indonesia, Kabupaten Sleman menjadi satu – satunya perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini tertuang dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dalam rangka Program Gerakan menuju 100 smart city di Hotel Four Point Sheraton, Makassar Sulawesi Selatan, (22/05).

Pada tahun pertama in (2017), telah terpilih 25 kota/kabupaten yang akan mengikuti tahap pertama Gerakan Menuju 100 Smart City ini. Dalam dua tahun ke depan, akan dipilih 75 kota dan kabupaten lainnya. Dengan demikian, di tahun 2019 nanti, diharapkan akan terbentuk 100 kota/kabupaten yang memiliki pondasi kuat untuk menjadi smart city.

Kota/kabupaten ini dipilih dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, Dimensi Pembangunan Pemerataan dan Kewilayahan, serta Nawa Cita. Kandidat kota juga telah melalui proses assessment yang mengukur kesiapan visi, regulasi, SDM, serta potensi di tiap daerah.

Terpilihnya Kabupaten Sleman didasari dari hasil assessment oleh tim dari Kementrian Kominfo yang dilakukan terhadap 80 kabupaten kota se Indonesia pada 2-3 Mei lalu di Pustiknas, Ciputat, Tangerang, dan  “Kabupaten Sleman menjadi salah satu dari 25 kabupaten/kota yang terpilih”.

Sebagai kabupaten yang berpredikat kabupaten pintar, Sleman nantinya akan mendapat dukungan serta bantuan dari kemenkominfo untuk mewujudkan Sleman Smartcity (Smart Regency) sampai 2 tahun kedepan. Dukungan tersebut dalam bentuk fasilitasi, pendampingan, konsultasi, pelatihan, studi banding, yang memadukan kota yang telah matang dengan kota yang sedang menuju smart city.

Ini akan mempercepat proses Sleman menjadi Kabupaten Cerdas sesuai dengan visi yaitu menuju Sleman Smart Regency melalui sinkronisasi program-program strategis dari kementrian ke pemerintah daerah, dengan kolaborasi ABGC (Academic, Bussiness, Government, Community).

Program 100 smart city diprakarsai oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi bekerja sama dengan Kemendagri, Kementerian PU, Kementerian PPN/Bappenas. Sebanyak 25 Kabupaten/Kota yang terpilih sebagai Smart City pada tahap pertama ini hadir untuk melakukan penandatanganan MoU dengan Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Kabupaten Kota tersebut yakni Semarang, Sleman, Singkawang, Makassar, Bogor, Tomohon, Badung, Siak, Mimika, Gresik, Jambi, Sidoarjo, Bandung, Cirebon, Bekasi, Purwakarta, Sukabumi, Samarinda, Tanggerang Selatan, Kutai Kartanegara, Tanggerang, Banyuasin, Pelalawan, Bojonegoro, dan Banyuwangi.