Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman tengah mengembangkan Sistem Interoperabilitas yang saat ini menjadi salah satu kebutuhan dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik/e-Government. Sistem Interoperabilitas diperlukan agar berbagai layanan pemerintahan yang terhubung ke jaringan dapat berkomunikasi secara efektif.

“Pegawai di bidang eGoverment pada khususnya harus memahami proses integrasi, minimal dapat mengkomunikasikan dengan OPD lainnya, jadi bahasanya satu, tidak semua harus tahu teknis,” ujar Eka Suryo Prihantoro, Kepala Dinas Kominfo Sleman, Senin (27/4/2020) saat pembukaan rapat progres pengembangan aplikasi di Sleman Smart Room.

Dalam rapat ini, Kepala Bidang Layanan e-Government dan Persandian Dinas Kominfo Sleman memaparkan mengenai gambaran awal pengembangan Sistem Interoperabilitas, khususnya terkait sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman. “Pengambilan data berdasarkan Sistem Interoperabilitas memakai Sistem API (Application Programming Interface),” jelasnya.

Kepala Bidang Layanan e-Government dan Persandian Dinas Kominfo Sleman juga menyampaikan gambaran awal pengenai integrasi aplikasi ini.” Ke depan akan terlihat per layanan dan per aplikasi sehingga akan memudahkan dalam pengecekan layanan dan aplikasi apa saja yang terintegrasi,” tambahnya.