Sleman, InfoPublik – Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) telah menetapkan Kabupaten Sleman sebagai salah satu kabupaten kreatif di Indonesia pada tahun 2017 lalu. Penetapan ini dilakukan melalui Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Deputi Infrastruktur Bekraf.

Dalam rangka memasyarakatkan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten kreatif ini, Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Sosialisasi Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Kreatif kepada anggota Forum Radio se-Kabupaten Sleman, Selasa (13/3) di Sleman Creative Space, Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman.

Sebagai Kabupaten kreatif, Sleman mengunggulkan 3 subsektor, yakni subsektor film, animasi, dan video, subsektor kriya bambu, serta subsektor seni pertunjukan. Film, animasi, dan video yang menjadi subsektor unggulan pertama Sleman diakui oleh Affi Kreshna, Sekretaris Jenderal Jogja Creative Society (JCS) memiliki potensi besar untuk dapat dikembangkan di Kabupaten Sleman. “Banyak film pendek dan panjang yang berkompetisi di tingkat nasional dan internasional dikerjakan anak-anak dari Sleman,” beber Affi.

Tak hanya itu, untuk animasi, menurut Affi generasi muda Sleman banyak yang sudah mendapatkan penghargaan level internasional di bidang ini. Pun, mampu dipercaya oleh studio animasi dari Singapura dan Malaysia untuk mengerjakan beberapa proyek berskala internasional.

Potensi yang dipunyai oleh generasi muda di Sleman ini tentunya menggugah Pemerintah Sleman untuk memberikan dukungan penuh. Noor Hidayati Zakiyah Pramulani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman, menyampaikan bahwa Pemkab Sleman berupaya memberikan dukungan kepada komunitas film, animasi, dan video yang tergabung dalam Sleman Creative Community untuk membangun sebuah wadah dengan fasilitas mumpuni bagi komunitas ataupun pelaku industri kreatif di Sleman. “Dengan bantuan dana dari Bekraf, kami secara bersama-sama menginisiasi berdirinya Sleman Creative Space ini,” ungkap Ida.

Sleman Creative Space diterangkan Ida akan secara gencar disosialisasikan sehingga dapat dipergunakan oleh seluruh komunitas dan pelaku industri kreatif di Sleman. Sebab, saat ini tercatat baru ada sekitar 69 anggota yang siap memanfaatkan Sleman Creative Space ini, yakni dari studio animasi, universitas, SMK, lembaga pelatihan, rumah produksi film, bioskop film, dan televisi lokal.

Susilo Dwi Murwanto, selaku Ketua Sleman Creative Community, pengelola dari Sleman Creative Space mengungkapkan Sleman Creative Space dilengkapi oleh berbagai fasilitas pendukung, seperti mini cinema room dengan 48 kursi, ruang diskusi, co-working space, serta 12 unit komputer berspesifikasi multimedia untuk render film maupun untuk editing dan color grading. Susilo mengatakan bahwa Pemkab Sleman sendiri memberikan bantuan tidak hanya saat proses perencanaan pembangunan Sleman Creative Space saja tetapi juga dalam proses pengelolaan fasilitas-fasilitas ini ke depannya. “Untuk tahun pertama kami dibantu 100 persen oleh Pemkab Sleman dan tahun kedua akan dibantu 50 persen, sampai kami dari Sleman Creative Community bisa secara mandiri mengelolanya,” tandas Susilo.