Sleman- Paparan hasil penyusunan buku statistik daerah Kabupaten Sleman kembali dilaksanakan pada Senin (18/12) di RM Pringsewu. Paparan ini merupakan kelanjutan dari paparan 5 buku yakni Buku Incremental Capital Output Rasio (ICOR), Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kecamatan, PDRB menurut Penggunaan, Buku Indeks Gini, dan Buku Indeks Pembangunan Manusia, yang sebelumnya berlangsung pada Kamis (30/12) lalu.
Dengan narasumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman, terdapat 3 buku yang dipaparkan, yakni Indeks Nilai Tukar Petani, Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan Indeks Kesejahteraan Rakyat.
Salah satu buku, yakni Indeks Kesejahteraan Rakyat menjelaskan tentang indikator statistik pencapai kesejahteraan di Kabupaten Sleman.
Terdapat hasil analisis yang menjadi tolak ukur kesejahteraan rakyat, di antaranya ialah kependudukan, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, perumahan dan lingkungan hidup, serta kemiskinan.

Menurut Erny Maryatun selaku Kepala Bidang Data dan Perencanaan Bapedda Sleman, terdapat 3 PR utama yang harus digarisbawahi untuk memperbaiki kesejahteraan Sleman di tahun 2019, yaitu kemiskinan, daya saing potensi ekonomi lokal seperti di sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisataan, serta ketimpangan wilayah antar daerah di Sleman.

Ditambahkan Erny, salah satu cara untuk menekan nilai kemiskinan di Sleman yaitu perlunya peningkatan dan pemberdayaan kaum perempuan dalam hal pendidikan agar perempuan dapat lebih aktif dan berdaya.
“Perempuan harus mengenyam pendidikan, bisa formal maupun informal agar dapat berdaya dan dapat memiliki pendapatan sendiri agar dapat meraih kesejahteraan di Sleman,” pesan Erny.

Kegiatan tahunan ini, dilakukan untuk menemukan pertumbuhan target dan evaluasi kinerja daerah. Sehingga Perangkat Daerah dapat mendongkrak target yang belum sesuai dan dapat mencapai target sesuai Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah (RJPMD) Sleman tahun 2021.

Intriati Yudatiningsih, Kepala Dinas Kominfo Sleman menyampaikan bahwa buku-buku ini membantu Sleman untuk dapat mengetahui seberapa besar pencapaian Sleman di RJPM dalam perhitungan indeks kesejahteraan rakyat di Kabupaten Sleman.

“Buku ini sangat bisa dibaca untuk menjadi acuan kebijakan-kebijakan baru untuk mencapai target dalam RPJMD,” tambah Intri.