Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Samarinda diwakili Bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) melakukan studi pembelajaran ke Dinas Kominfo Sleman, Kamis (23/11).

Studi pembelajaran ini dilaksanakan untuk mendukung pembangunan smart city di Kota Samarinda. “Kami belajar sehubungan untuk mendukung smart city di Kota Samarinda karena Samarinda sudah membuat masterplan untuk smart city dan Samarinda termasuk sebagai pilot project smart city,” ujar Rubiana, Kepala Bidang TIK Dinas Kominfo Kota Samarinda, di sela-sela kunjungannya.

Rubiana mengakui bahwa Dinas Kominfo Kota Samarinda sudah membuat beberapa aplikasi yang membuat sistem jaringan untuk semua OPD menjadi terhubung di dalam Kominfo, salah satunya e-warga. “E-warga ini misalnya masyarakat mengurus KTP tentu data harus terkonek Disdukcapil dengan kecamatan, tapi Kominfo sendiri perlu mengetahui data itu, data terupdate dari warga,” jelas Rubiana.

E-warga ini ditambahkan Rubiana memiliki kelebihan lainnya, yakni warga tidak harus mengantri ke Disdukcapil saat akan membuat KK, KTP ataupun mengesahkannya. “Bisa mendaftar melalui aplikasi itu, jadi dia tidak perlu lagi mengantri. Lewat aplikasi itu sudah tahu jadwalnya, sudah disebutkan jam sekian harus datang, antrian sudah sampai nomor berapa,” terang Rubiana.

Meski demikian, Rubiana menuturkan, jaringan infrastruktur yang dimiliki Dinas Kominfo Kota Samarinda belum sepenuhnya mendukung pembangunan smart city di kotanya. “Masih belum ada sehingga kami perlu belajar ke sini, infrastruktur seperti apa yang harus kita bangun dalam rangka mendukung smart city,” tutur Rubiana.

Tak hanya itu, Rubiana juga bertekad untuk belajar kepada Sleman terkait konektivitas sistem dan konektivitas jaringan. “Nah, ini tadi kan di Samarinda akan membangun jaringan karena yang sekarang belum ada dan belum bisa mengcover untuk koneksi semua OPD sehingga itu nanti akan kita bangun jaringan fisik dan non fisik, fisiknya adalah sistem, nonfisiknya adalah desain jaringan dari Kominfo,” tambahnya.