Kabupaten Sleman bertekad menggunakan sistem e-Voting pada Pilkades 29 Maret 2020 mendatang. Sistem ini akan diterapkan di 49 desa, 718 padukuhan, dan 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman, Budi Sutamba Saputra saat Sosialisasi Penerapan e-Voting dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak 2020, di Resto Lohjinawi, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (27/11/2019).

“Tujuannya menggunakan sistem e-voting ini untuk mendukung Sleman menuju smart regency di tahun 2021 yang sesuai dengan peraturan bupati dan untuk menjawab beberapa kelemahan sistem pemilihan secara manual sekaligus memberikan literasi mengenai teknologi kepada masyarakat,” kata Budi dalam sambutannya.

Budi melanjutkan bahwa sistem elektronik voting (e-voting) merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat surat suara, memberikan suara, menghitung perolehan suara, mengirimkan hasil serta rekapitulasi, menayangkan hasil, memelihara dan menghasilkan jejak audit.

Kelebihan pertama yang dimiliki e-voting yaitu pemberian suara lebih mudah hanya menyentuh panel gambarnya. Sementara sistem pemilihan konvensional masih menggunakan pencoblosan pada surat suara.

Kedua, e-voting dapat menghitung dan mencetak struk audit. Sementara sistem konvensional mengandalkan perhitungan manual.

Ketiga, sistem e-voting ini aman karena sifatnya offline.

Terakhir, e-voting dapat menghitung hasil dengan cepat dan akurat karena menggunakan perangkat elektronik. Sementara sistem manual relatif lebih lama.

Selain itu, e-voting memiliki keunggulan lainnya antara lain, lebih demokratis artinya hanya yang memiliki KTP elektronik yang berhak untuk memilih. Transparan hasil dan proses dapat diaudit. Serta efisien dalam hal biaya, sebab penggunaan e-voting akan mereduksi penggunaan kertas. Nantinya, mesin e-voting hanya mengeluarkan struk yang dapat dijadikan sebagai bukti pemilihan.

Hal ini disambut baik oleh salah satu anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan Mlati, Roni Eka Prasetyo yang mengaku senang akan adanya sistem e-voting dalam pilkades 2020 nanti yang lebih efisien dari pemilihan sebelumnya. Harapannya, semoga bisa terealisasikan dan berkembang terus.

Selain ada materi yang diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, para peserta sosialisasi juga diberikan waktu untuk melakukan simulasi pilkades agar dapat mempraktekkan secara langsung tata cara pemilihan melalui e-voting.