Sleman – Penyebaran yang tak terkendali menjadi masalah utama bagi penanganan wabah Covid-19 yang terjadi saat ini. Salah satu yang menjadi sebabnya adalah kealpaan masyarakat mengenai Covid-19 itu sendiri. Keterbatasan akses informasi yang didapatkan oleh masyarakat, menjadi pemicu utama tersendatnya penanganan bencana yang terjadi.

Hal ini yang menjadi catatan utama Rahmat Melir Subiyakto, salah satu anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) D.I Yogyakarta ketika mengikuti diskusi mengenai “Keterbukaan Informasi dalam Menghadapi Bencana Covid-19”, Selasa (12/5/2020) yang dilakukan secara daring menggunakan aplikasi google meet di Sleman Smartroom, Dinas Kominfo Sleman.

“Transparasi dan kejelasan informasi sangat penting dalam menghadapi bencana, termasuk Covid-19 ini,” ujar Rahmat.

Rahmat juga menitikberatkan tentang ketersediaan akses informasi yang merata. “Karena akhir-akhir ini, kita dihadapi dengan adanya tsunami informasi, yaitu banyaknya informasi-informasi yang beredar, namun hanya bisa diakses oleh golongan menengah ke atas,” ujarnya.

Ketersediaan akses informasi ini juga menjadi perhatian tersendiri bagi Nurul Saadah Andriyani, Direktur Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA) Yogyakarta. Menurut Nurul, infomasi mengenai Covid-19 ini masih terbatas. “Banyak masyarakat di desa, maupun teman-teman difabel yang kurang paham mengenai Covid itu sendiri,” terang Nurul.

Nurul juga menerangkan bahwa informasi publik yang beredar saat ini mengenai Covid-19 adalah informasi publik yang kebanyakan dikonsumsi oleh kalangan tertentu, seperti para penggiat. “Sementara kalangan menengah ke bawah itu lebih membutuhkan informasi-informasi sederhana dan praktis seperti bagaimana mendapatkan bantuan bagi mereka yang terdampak,” ucap Nurul.

Rakhmat Sutopo, perwakilan Gugus Tugas Covid-19 DIY menjelaskan bahwa kealpaan informasi yang dialami oleh sebagian orang dikarenakan bencana ini tejadi sangat cepat. “Kita harus memahami bahwa ini kan terjadi secara tiba-tiba, tidak ada yang menduga, semuanya terjadi sangat cepat,” terangnya.

Rakhmat juga menerangkan bahwa gugus tugas telah berusaha menyediakan sistem informasi yang mudah, murah, dan cepat dalam penanganan Covid-19 ini, yaitu melalui web khusus yaitu corona.jogjaprov.go.id. “Kami berusaha secara cepat menyediakan sistem informasi ini, dimana di dalamnya terdapat data-data statistik dan sebaran kasus hingga ke tingkat kecamatan,” terangnya.

Sementara itu, Noor Hidayati ZP, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menerangkan urgensi pendayagunaan media dalam hal penyediaan informasi yang ada, baik melalui media online maupun media konvensional. Ia juga menggarisbawahi bagaimana cara agar informasi berupa imbauan ataupun sosialisasi yang telah dilakukan itu dapat dipatuhi oleh masyarakat. “Jadi ini lebih pada penegakannya, membutuhkan kerjasama semua pihak. Karena itu kita bisa memanfaatkan kelompok-kelompok informasi yang ada di tengah masyarakat,” tutup Noor Hidayati.