Sebagai penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran krusial di Kabupaten Sleman. Melalui Forum Komunikasi KIM Kabupaten Sleman pada Sabtu (10/4/2021), KIM beserta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman sebagai pembina KIM berupaya untuk melakukan optimalisasi penyebaran informasi di Kabupaten Sleman.

Bertempat di Kantor Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, acara tersebut dihadiri oleh para anggota KIM se-Kabupaten Sleman dan perwakilan dari Dinas Kominfo Sleman.

Agastya Dedy Kusuma, Staf Seksi Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Dinas Kominfo Sleman menekankan salah satu evaluasi penting yaitu kualitas tulisan dari para pengirim berita. Beberapa penulis masih menuliskan berita seperti laporan kegiatan dengan nilai-nilai berita yang masih kurang mendalam. Agastya berharap bahwa ke depannya KIM dapat memperdalam nilai-nilai yang hendak diangkat dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Ia menyarankan kepada para anggota KIM agar bisa menggunakan sudut pandang pembaca ketika menulis berita agar mengetahui apa yang didapat pembaca dari berita yang ditulis. “Yang paling penting adalah berita itu bermanfaat bagi masyarakat sebagai pembaca,” kata Agastya.

Kendati demikian, Agastya mengatakan bahwa selama Maret 2021, pengirim berita dari KIM sangat beragam. Hampir semua KIM mengirim berita dan hampir semuanya masuk ke portal berita InfoPublik.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Agastya, ada 29 berita dari KIM yang masuk ke InfoPublik dengan pengirim dari KIM Kapanewon Depok, Gamping, Kalasan, Minggir, Mlati, Moyudan, Ngaglik, Ngemplak, Pakem, Seyegan, dan Turi.

Secara umum, kata Agastya, sudah banyak peningkatan dari segi kualitas maupun kuantitas. Salah satu yang cukup signifikan adalah kembali aktifnya KIM Depok mengirim berita kendati baru saja dikukuhkan.

“Tiap hari selalu ada yang mengirim dua sampai tiga berita,” kata Agastya.

Sementara itu, Tri Joko selaku Ketua KIM Kapanewon Kalasan turut menyampaikan salah satu tugas pokok KIM yaitu menyaring berita. “Untuk tidak disebarkan kepada publik, baik itu berita hoaks maupun berita-berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tegas Tri Joko.

Dengan adanya tugas tersebut, diharapkan bahwa proses penyampaian informasi oleh KIM ke masyarakat maupun ke pemerintah dapat bermanfaat dan berlangsung dengan baik.