Sleman – Seiring perkembangan masyarakat yang kian digital serta layanan aduan yang tersedia semakin beragam, masyarakat di Kabupaten Sleman semakin antusias dalam menyampaikan aspirasi atau aduannya melalui beragam kanal yang tersedia, termasuk melalui Lapor Sleman dan SP4N-LAPOR. Kondisi ini mendorong para admin pengelola pengaduan Lapor Sleman dan SP4N-Lapor untuk mengeratkan jaringan yang terbentuk antar sesama OPD maupun admin Lapor Sleman.

Tidak hanya itu, para admin pengelola pengaduan juga dituntut untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan dalam hal merespon, mengolah data, hingga menyelesaikan pengaduan masyarakat dengan cepat, dan tepat, yang mana kegiatan tersebut terus dimonitoring serta dievaluasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat terpenuhi hak-haknya dalam memperoleh pelayanan yang maksimal pun memuaskan dari para operator. Hal tersebut dikarenakan peran operator sangatlah signifikan, mengingat operator merupakan bagian terdepan dalam berinteraksi dengan masyarakat ketika memproses pengaduan.

Terkait dengan kedua hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), melangsungkan kegiatan halal bihalal para admin Pengelola Pengaduan Lapor Sleman dan SP4N Lapor, sekaligus monitoring dan evaluasi Lapor Sleman dan SP4N-Lapor!.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menuturkan jika kegiatan tersebut secara khusus dilangsungkan di luar kantor, agar dapat menciptakan suasana yang santai yang bersifat kekeluargaan.

“Kami (Dinas Kominfo Sleman) mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah berkenan hadir, khususnya bagi teman-teman Kapanewon yang datang dari seluruh penjuru Kabupaten Sleman. Pertemuan kali ini secara khusus kami adakan di luar Pemkab, supaya tercipta suasana yang santai dan kekeluargaan,” pungkasnya, saat membuka acara tersebut di Albasta Resto & Cafe, pada Selasa (31/5/2022).

Eka juga menambahkan bahwa dirinya atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 H, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir. Semoga dengan pertemuan monev evaluasi sekaligus halal bi halal ini, tali silaturahmi antar pengelola pengaduan semakin terjalin dalam semangat yang sama yaitu mewujudkan Kabupaten Sleman yang lebih baik.

“Semoga dengan pertemuan yang sekaligus Halal bihalal ini, tali silaturahmi kita terus terjalin dalam semangat yang sama, yaitu untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang lebih baik,” sambungnya.

Total pengelola pengaduan tahun 2022 sebanyak 49 instansi se-Kabupaten Sleman, dengan 2 admin utama Dinas Kominfo Sleman, dan 53 pejabat penghubung se-Kabupaten Sleman. Dasar hukum pengelolaan pengaduan ini ialah merujuk pada SK Bupati Sleman No.6.1/KEP.KDH/A/2021 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Pengaduan dan Petugas Administrator Pengelolaan Pengaduan Lapor Sleman dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi Dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) pada perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Sleman, serta Keputusan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman tentang Petugas Pengelola Pengaduan/ Administrator Utama, dan Pejabat Penghubung Perangkat Daerah dalam Pengelolaan Pengaduan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pada kesempatan yang sama, Noor Hidayati Z.P., selaku Kepala bidang IKP Diskominfo Sleman juga menuturkan bahwa selama bulan Januari sampai dengan April tahun 2022, data pengelolaan pengaduan yang masuk melalui kanal Lapor Sleman sebanyak 855. Kemudian dari total jumlah aduan tersebut, 776 aduan telah ditangapi, dan 79 aduan yang belum ditanggapi.

Dalam kesempatan tersebut, Ida mengumumkan dari total aduan sebanyak 855, terdapat 10 besar aduan Perangkat Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2022, diantaranya Dinas Kesehatan 197 aduan, Dinas PUPKP 124 aduan, Dinas Dukcapil : 70 aduan, DISHUB PJU : 65 aduan, Satpol PP 36 aduan, DIS HUB LALIN 33 aduan, Dinas Kominfo 30 aduan, Dinas Sosial 30 aduan, DLH 26 aduan, dan Dinas Pendidikan 20 aduan.

Sementara, untuk kinerja admin OPD bulan Januari-April 2022, dikelompokkan dalam 10 besar Kinerja Admin Kabupaten Sleman di atas 85% yaitu Dinas Dukcapil, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, PDAM, Sekretariat Daerah, dan BKAD di mana masing-masing berhasil memperoleh kinerja 100%, Dinas Sosial 96,67%, DLH 95,15%, Dinas Kesehatan 95,94%, dan DPMPPT sebesar 93,33%.

Kadis Kominfo juga menambahkan jika laporan monitoring dan evaluasi tersebut sejatinya sangat dibutuhkan bagi instansi pemerintah untuk menjadi acuan dalam mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, beban penyelesaian aduan tidak hanya berada di pundak para operator pelayanan pengaduan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab pimpinan Perangkat Daerah.

“Dalam kesempatan ini pula, kami sekaligus melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Pengaduan Lapor Sleman dan SP4N-Lapor, periode Januari sampai dengan April Tahun 2022. Hasil monev selama 4 bulan pertama tahun 2022 nantinya akan menjadi acuan dalam mencari solusi atas permasalahan yang ada. Bagi kami, laporan ini memiliki arti penting, yaitu sebagai media bagi pimpinan perangkat daerah agar lebih memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga dapat membantu mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Dengan demikian, beban penyelesaian aduan bukan hanya berada di pundak Bapak/Ibu saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab pimpinan perangkat daerah,” tandasnya.