Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Sleman terus dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, dengan menyasar KIM yang mati suri atau tidak aktif. Kali ini pembinaan dilakukan di Kantor Kecamatan Mlati, Selasa (14/8/2019).

Rata-rata KIM tingkat kecamatan di Sleman berdiri sejak tahun 2006, termasuk KIM Mlati. Namun seiring berjalannya waktu, KIM Mlati kemudian menjadi tidak aktif karena para pengurusnya lanjut usia dan beberapa sudah meninggal dunia.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Noor Hidayati, menyebutkan jumlah KIM di Kabupaten Sleman saat ini ada 33, namun yang aktif hanya 16 KIM. Sedangkan komposisi usia pengurus KIM yang berusia di atas 50 tahun sebanyak 82 persen. “Pekerjaan rumah  ke depan adalah regenerasi kepengurusan, dengan merekrut generasi muda,” harap Noor Hidayati saat memberikan sosialisasi kepada calon pengurus KIM Mlati.

Ketua Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman, Suripto menuturkan pengalamannya dalam menggerakkan KIM di kecamatannya. “Memang jadi pengurus KIM itu gampang-gampang susah. Harus mau berkorban, awalnya pasti susah dulu. Anggap saja beribadah,” tutur Suripto. Di Kecamatan Ngaglik, Suripto berhasil membentuk KIM di 6 desa, menjadikan Ngaglik sebagai kecamatan pertama yang seluruh desanya telah mempunyai KIM.

Dari hasil sosialisasi ini, terbentuk kesepakatan awal untuk mengaktifkan kembali KIM di Kecamatan Mlati. Sekretaris Camat Mlati, Rohmiyanto dan calon pengurus KIM bersepakat untuk menjalankan dulu KIM Kecamatan, baru kemudian membentuk KIM di desa-desa yang ada di Kecamatan Mlati.