Desa Wisata Gamplong baru-baru ini digadang-gadang sebagai destinasi wisata yang menjanjikan di Kabupaten Sleman. Mengenali daya tarik utama dari Desa Wisata Gamplong disampaikan Cicilia Lusiani menjadi hal penting bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gamplong, Moyudan.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman ini menyampaikan bahwa mengenali daerah sendiri akan mengarah pada mengenali potensi daerah.

“Potensi desa adalah modal,” tutur Lusi saat kegiatan Pelatihan Manajemen Desa Wisata Pokdarwis Gamplong, Senin (30/7) di Balai Desa Sumberrahayu, Moyudan.

Menurut Lusi, potensi daerah ini bisa disebarluaskan ke masyarakat melalui perkembangan teknologi IT. Sementara, hasil dari perkembangan teknologi IT yang kini kerap digunakan masyarakat adalah media sosial. “Media sosial seperti facebook dan Instagram bisa digunakan oleh siapa saja. Jangan kira iklan atau promo lewat facebook itu mahal, hanya 15 ribu potensi daerah bisa diiklankan selama 3 hari, bahkan lewat Instagram gratis,” jelas Lusi.

Lusi menambahkan, media sosial menjadi kanal yang cukup efektif bagi masyarakat Gamplong sebab dengan sendirinya siapa saja bisa mempromosikan potensi daerahnya. “Yang perlu digarisbawahi tidak ada yang lebih tahu potensi daerahnya selain warga daerah itu sendiri, bukan?” ucap Lusi.

Tak berhenti di situ, Lusi menjelaskan bahwa penggunaan media sosial untuk pemasaran potensi daerah harus disesuaikan dengan target marketnya. “Kalau di facebook bisa kita setting iklan ini untuk para pengguna facebook di area Jakarta misalnya. Jangan kudet (kurang update-red) kita harus maksimalkan sarana teknologi IT ini,” lanjut Lusi.

Sementara itu, Nyoman Rai Savitri, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata Sleman, mengemukakan semakin dikenalnya Desa Wisata Gamplong tentu harus dibarengi dengan semakin lengkapnya fasilitas yang ditawarkan. “Bisa menambahkan fasilitas seperti outbond atau permainan seperti egrang tentu itu akan lebih menarik wisatawan,” saran Nyoman.

Ini diungkap Nyoman karena Desa Wisata Gamplong sendiri juga dilirik oleh wisatawan-wisatawan muda. “Fasilitas tadi kan tidak berisiko tinggi jadi anak-anak aman untuk menggunakannya,” tandas Nyoman.

Nyoman mewakili Dinas Pariwisata Sleman pun menuturkan pihaknya berserta instansi terkait di Pemkab Sleman siap mendukung dan memfasilitasi warga Gamplong agar dapat terus mengembangkan potensi Desa Wisata Gamplong.