Sleman – Terpilihnya Kabupaten Sleman sebagai salah satu pilot project penerapan smart city/regency, membuat banyak kabupaten/kota lain ingin melakukan studi banding ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman.

Salah satu yang berkesempatan hadir ke Diskominfo Sleman adalah perwakilan dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin. Dengan 8 personil, Diskominfotik Kota Banjarmasin berkunjung ke Sleman pada Rabu (23/8).

Kepala Bidang Layanan E-Government Diskominfotik Kota Banjarmasin, Ahmad Syarwani, S.E, menyampaikan bahwa kunjungan kali ini bukan sekadar studi banding.

“Hal yang kami lakukan ini akan kami jadikan studi tiru bukan studi banding, yang akan kami terapkan nanti di Kota Banjarmasin,” ungkat Ahmad.

Ditambahkan Ahmad, jika Kota Banjarmasin dapat berhasil menerapkan hal-hal yang diambil dari Sleman maka tentunya akan menjadi barometer bagi kabupaten-kabupaten lain di wilayah Kalimantan Selatan.

Ahmad juga mengakui bahwa Sleman beberapa langkah lebih maju daripada Kota Banjarmasin.

“Kabupaten Sleman sudah start melakukan kerjasama dengan Kementerian Kominfo dengan membentuk dewan smart city dan tim pelaksana,” ungkap Ahmad.

Hal ini yang menurut Ahmad juga akan langsung ditindaklanjuti oleh Diskominfotik Kota Banjarmasin.

“Tapi kami belum ada gambaran apa yang harus dilakukan, dengan ada di sini kami sudah tahu dewan pembina, tim pelaksana. Nah, ini langkah awal tercepat yang akan kami lakukan,” terang Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengapresiasi terkait Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) bentukan Diskominfo Sleman.

“Sudah ada dari desa, kecamatan, sudah terbentuk Kelompok-kelompok Informasi Masyarakat dan sudah ada kegiatan-kegiatan yang memberikan informasi positif,” tutur Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa dengan studi tiru ini, Diskominfotik Kota Banjarmasin dapat mengetahui konsep pembentukan KIM yang baik di kotanya nanti.

“KIM itu harus seperti ini, tidak seperti kelompok-kelompok yang memberikan janji-janji kepada masyarakat. Ini juga yang nanti akan secepatnya dilakukan di Kota Banjarmasin,” terang Ahmad.