Sleman – Koordinasi internal diperlukan oleh setiap perangkat daerah untuk menyelesaikan laporan aduan masyarakat. Koordinasi internal yang melibatkan admin aduan langsung dengan pemangku kebijakan di perangkat daerah tersebut dinilai bisa mempercepat pemberian jawaban atas laporan aduan. Demikian dikatakan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Sleman, Arif Haryono, saat Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Aduan SP4N-Lapor dan Lapor Sleman, Senin (16/12/2019) di Sleman Smart Room.

“Saya minta para admin mengkoordinasikan diri, komunikasi masing-masing ke internal ketika di perangkat daerah masing-masing ada laporan, tolong dikoordinasikan secara cepat karena mekanismenya setiap perangkat daerah pasti beda-beda,” ucap Arif kepada para admin.

Selain ke internal, Arif juga mengharapkan koordinasi pun berlangsung ke sesama instansi mengingat terdapatnya sifat interdependensi antar instansi dalam rangka memberikan jawaban aduan.

Perlu diketahui pada tahun ini hingga per tanggal 14 Desember 2019 terdapat 2121 aduan yang masuk melalui berbagai kanal Pemkab Sleman. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni 1661 aduan di tahun 2018.

“Meningkatnya jumlah pengaduan dari tahun ke tahun, menunjukkan peningkatan partisipasi aktif warga untuk membantu membangun Kabupaten Sleman yang lebih baik,” tutur Noor Hidayati Zakiyah Pramulani, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Sleman.

Ida menambahkan dari 2121 aduan yang masuk, 1997 di antaranya telah ditindaklanjuti.

“Ada 6 perangkat daerah yang paling banyak menerima aduan, pertama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kedua Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, ketiga Dinas Perhubungan, keempat Dinas Komunikasi dan Informatika, kelima Dinas Pendidikan, dan keenam Dinas Lingkungan Hidup,” jabar Ida.

Dalam penanganan aduan ini, dikatakan Ida setiap perangkat daerah pasti menempuh tantangan, salah satunya adalah kecepatan respon. “jadi masyarakat seringkali menginginkan respon yang cepat saat itu juga untuk aduan yang mereka laporkan,” ucap Ida.

Meski demikian, respon cepat menurut Ida tidak melulu disertai dengan jawaban yang penuh emosi dan arogansi, melainkan tetap mengedepankan sikap netral.