Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan rapat kerja informasi dan komunikasi publik Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (12/2/2020) siang. Rapat yang digelar di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam rapat yang bertema Koordinasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi PPID Utama se-DIY tersebut membahas terkait Studi Kasus Sengketa Informasi Pengadaan Barang dan Jasa.

Suharnanik selaku narasumber mengatakan dalam Studi Kasus Sengketa Informasi Pengadaan Barang dan Jasa, ada istilah PCM atau Pra Contruction Meeting yang merupakan pertemuan awal antara direktur, pengawas, dan kontraktor.

“Ketika dalam proses pekerjaan fisik yang terlibat itu ada 3, yang pertama adalah direktur sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang bersangkutan, yang kedua adalah kontraktor pelaksana dan yang ketiga adalah konsultan pengawas. Direktur sebagai OPD yang bersangkutan akan menghasilkan produk fisik yaitu surat penunjukan pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

PCM yang dilakukan menurut Suharnanik bertujuan agar ketiga pihak memiliki pandangan yang sama tentang kontrak, fisik, dan masa pengerjaan dalam Pengadaan Barang dan Jasa yang akan dilakukan, dilanjutkan dengan MC0 (Mutual Check 0%) yang berarti pengecekan awal lapangan. Apabila dalam proses pekerjaan lapangan ada perubahan maka harus terdokumentasi pada CCO (Contract Change Order). Setelah semua pekerjaan selesai maka dilanjutkan pada MC100 (Mutual Check 100%). Semua proses tersebut merupakan hasil dari koordinasi dari konsultan pengawas, direktur, dan kontraktor.

Sebagai penutup, Suharnanik menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini diharapkan dapat menyamakan cara pandang tentang pengadaan barang dan jasa mulai dari awal sampai akhir. “Sehingga dapat dirembukkan dan dimasukkan ke dalam Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK) saat ada permohonan informasi dan sengketa di Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” tukasnya. (Rep Ifan)