Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada bersama Dinas Kominfo (Kominfo) Sleman melakukan pembahasan analisis ketimpangan wilayah di Kabupaten Sleman Tahun 2020, Kamis (27/11/2020).

Pembahasan ini dilaksanakan di Aula Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Kabupaten Sleman dengan menghadirkan narasumber Dr. Agr. Evita Hanie Pangaribowo, SE, MIDEC Dosen Universitas Gajah Mada dan Noor Hidayati ZP, S.Sos, M.Si Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman.

Pemerataan pembangunan akan menjadi tujuan pembangunan ekonomi di setiap wilayah di Kabupaten Sleman mengingat keadaan ekonomi yang merosot akibat pandemi Covid-19. Selain itu karena pemerataan pembangunan juga merupakan suatu hal yang penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketimpangan sosial dan memperbaharui pembangunan tahun lalu yang sebelumnya berfokus pada aspek infrastruktur, pertanian, dan ekonomi.

Noor Hidayati menyampaikan latar belakang faktor yang dapat memicu ketimpangan wilayah di antaranya adalah karaterisktik wilayah dan masyarakat, infrastruktur, kualitas SDM/SDA, dan modal sosial yang berbeda di antar wilayah / kecamatan.

Ditambahkan Evita, infrastruktur ekonomi tradisional tersebar merata di semua wilayah Sleman, namun demikian, infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi modern, infrastruktur telekomunikasi, pelayanan kesehatan, dan pendidikan terkonsentrasi di Kapanewon Depok. Sebagai tambahan, pertumbuhan ekonomi yang pesat juga tercatat di beberapa wilayah lainnya, seperti Kapanewon Ngaglik, Kapanewon Mlati, Kapanewon Godean, Kapanewon Gamping dan Kapanewon Ngemplak.

Evita membeberkan temuan lain yakni dari data Dinas Kesehatan 2019, Kapanewon Ngaglik walau mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi ternyata memiliki tingkat Kekurangan Energi Kronis (KEK) ibu hamil yang paling tinggi dalam cakupan pemeriksaan kehamilan. Menurutnya, anomali ini dapat saja terjadi di wilayah urban. Ketimpangan Sumber Daya Manusia dapat diminimalisir dengan adanya kesetaraan pada awal kehidupan.

Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan yang signifikan di banyak bidang. Sektor telekomunikasi merupakan salah satu yang perannya meningkat tajam pada pandemi ini. Dengan adanya pembangunan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Sleman, ternyata banyak dibutuhkan akses wifi untuk publik, terutama dalam proses pelajaran jarak jauh bagi guru dan siswa. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Tidak semua ketimpangan itu buruk, disparitas dalam beberapa indikator ekonomi (keberadaan industri kecil, menengah dan besar) menunjukkan potensi dan spesialisasi ekonomi wilayah. Dan perlunya Pemerintah Sleman memastikan pelayanan publik dapat diakses oleh semua masyarakat,” imbuh Evita.